Pertanyaan ini mungkin terdengar membingungkan bagi sebagian orang, bahkan bagi mereka yang sudah lama berada dalam komunitas Kristen. Banyak yang bertanya-tanya: “Kalau Yesus itu Anak, lalu siapa Bapa? Dan apakah mereka sebenarnya pribadi yang sama?” Jawaban atas pertanyaan ini butuh pemahaman yang tidak hanya logis, tapi juga berdasarkan Firman Tuhan.
Pemahaman tentang Tritunggal
Alkitab memperkenalkan kita pada konsep Allah Tritunggal: Bapa, Anak (Yesus Kristus), dan Roh Kudus. Ketiganya adalah satu dalam esensi, tetapi berbeda dalam pribadi. Ini bukan berarti ada tiga Allah, melainkan satu Allah yang menyatakan diri-Nya dalam tiga pribadi yang berbeda.
Yesus sendiri berdoa kepada Bapa (lihat Yohanes 17:1), yang menunjukkan bahwa Dia bukan Bapa itu sendiri, tetapi memiliki hubungan dengan Bapa. Yohanes 1:1-2 juga menjelaskan bahwa “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.” Ini menunjukkan adanya hubungan yang unik dan dalam antara Yesus (Sang Firman) dan Allah (Bapa).
Pernyataan Yesus yang Membingungkan?
Ada beberapa ayat yang mungkin menimbulkan kebingungan, misalnya Yohanes 10:30: “Aku dan Bapa adalah satu.” Sekilas, ini bisa terdengar seperti Yesus menyatakan bahwa Dia adalah Bapa itu sendiri. Namun, jika kita membaca konteksnya, Yesus sedang menyatakan kesatuan dalam kehendak, tujuan, dan esensi dengan Bapa, bukan bahwa Dia dan Bapa adalah pribadi yang sama.
Lalu bagaimana dengan Yesaya 9:5 yang menyebut Yesus sebagai “Bapa yang kekal”? Gelar ini lebih menekankan peran Yesus sebagai Pribadi yang memberikan hidup kekal dan menjadi sumber keabadian, bukan menyatakan bahwa Ia adalah Pribadi yang sama dengan Bapa dalam Tritunggal.
Hubungan Pribadi, Bukan Peran Campur Aduk
Jika kita perhatikan seluruh isi Perjanjian Baru, Yesus selalu berbicara kepada Bapa sebagai pribadi yang berbeda. Ketika Yesus dibaptis, langit terbuka dan suara dari Bapa terdengar (Matius 3:17), dan Roh Kudus turun seperti burung merpati. Ketiga pribadi Allah hadir dalam satu momen itu. Ini adalah salah satu penggambaran paling jelas tentang Tritunggal dalam Alkitab.
Mengapa Ini Penting?
Memahami bahwa Yesus bukan Bapa itu sendiri membantu kita mengerti kasih Allah secara utuh. Bapa mengutus Anak-Nya karena kasih-Nya kepada dunia (Yohanes 3:16). Dan Yesus taat kepada Bapa hingga mati di kayu salib (Filipi 2:8). Relasi kasih dan ketaatan ini menjadi dasar keselamatan kita.
Mengetahui perbedaan pribadi dalam Tritunggal juga membuat kita tidak mencampuradukkan peran masing-masing, sehingga bisa lebih menghargai karya keselamatan yang sempurna itu. Kita berdoa kepada Bapa, melalui Anak, dan dipimpin oleh Roh Kudus.
Penutup
Jadi, apakah Yesus adalah Bapa itu sendiri? Tidak. Yesus adalah Pribadi kedua dalam Tritunggal, yang satu dalam esensi dengan Bapa tetapi berbeda dalam pribadi. Ia bukan Bapa, tetapi satu dengan Bapa dalam kasih, kuasa, dan tujuan.