Pertanyaan ini sudah lama menjadi perdebatan, bahkan sejak zaman para rasul. Banyak orang mengakui Yesus sebagai tokoh besar, guru moral yang luar biasa, bahkan nabi. Tapi Alkitab secara konsisten menyatakan sesuatu yang lebih besar: bahwa Yesus adalah Tuhan.
Yesus Bukan Sekadar Guru atau Nabi
Kalau kita hanya menganggap Yesus sebagai guru yang bijak, maka kita harus menjelaskan klaim-Nya yang luar biasa. Ia tidak pernah berkata, “Aku datang untuk menunjukkan jalan,” tetapi “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (Yohanes 14:6). Seorang guru yang waras tidak akan mengklaim sebagai “jalan satu-satunya kepada Bapa” kecuali itu memang benar.
Pengakuan Ilahi dalam Perkataan dan Tindakan
Yesus secara eksplisit menyamakan diri-Nya dengan Allah. Dalam Yohanes 10:30, Ia berkata, “Aku dan Bapa adalah satu.” Bahkan dalam Yohanes 8:58, Yesus menyatakan, “Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Ucapan ini memakai istilah “Aku telah ada” atau dalam bahasa aslinya, “Ego Eimi,” yang merujuk langsung pada nama Allah dalam Keluaran 3:14, “AKU ADALAH AKU.”
Respons orang Yahudi terhadap pernyataan itu sangat jelas: mereka ingin merajam Dia karena menganggap-Nya menghujat. Mereka paham bahwa Yesus sedang mengklaim status keilahian.
Kesaksian Para Rasul dan Penulis Alkitab
Rasul Tomas menyebut Yesus sebagai “Tuhanku dan Allahku!” dalam Yohanes 20:28. Paulus dalam Kolose 2:9 menulis, “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan.” Bahkan Yohanes memulai Injilnya dengan menyatakan bahwa “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Yohanes 1:1).
Yesus Layak Disembah
Hanya Tuhan yang layak disembah, tetapi Yesus menerima penyembahan dari murid-murid-Nya (Matius 28:17) dan tidak menolak ketika orang-orang menyembah-Nya. Berbeda dengan malaikat atau rasul yang selalu menolak penyembahan dan mengarahkan kemuliaan kepada Allah.
Kesimpulan: Alkitab Menyatakan Yesus Adalah Tuhan
Bukti dari perkataan Yesus, tindakan-Nya, serta kesaksian para saksi mata dan penulis Alkitab menunjukkan bahwa Yesus memang Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Ia bukan hanya utusan, tetapi Tuhan sendiri yang datang untuk menyelamatkan umat-Nya. Ini bukan sekadar ajaran, tetapi inti dari iman Kristen.