Pertanyaannya tajam: apakah penyaliban Yesus karya Allah atau si Iblis. Alkitab menjawab dengan jernih sekaligus mendalam. Penyaliban adalah rencana dan karya Allah untuk menyelamatkan, yang dikerjakan melalui ketaatan Yesus dan bahkan membalikkan intrik Iblis serta dosa manusia. Iblis benar benar bekerja mendorong pengkhianatan dan kebencian, tetapi Allah tetap berdaulat dan memakai semuanya untuk menggenapi rencana penebusan.
Direncanakan Allah Sejak Semula
Para rasul mengajarkan bahwa Yesus diserahkan menurut maksud dan rencana Allah, namun manusia tetap bertanggung jawab atas perbuatannya, Kisah Para Rasul 2:23. Doa gereja mula mula menegaskan bahwa apa yang dilakukan Herodes, Pilatus, bangsa bangsa, dan orang orang Israel telah Engkau tentukan dari semula untuk terjadi, Kisah Para Rasul 4:27-28. Ini berarti salib bukan kecelakaan sejarah, melainkan pusat rencana Allah. Nabi telah menubuatkan Hamba TUHAN yang menderita dan mati bagi dosa kita, Yesaya 53, dan Kristus telah diketahui sebelum dunia dijadikan untuk tugas ini, 1 Petrus 1:19-20.
Ketaatan Yesus, Bukan Paksaan Buta
Yesus tidak diseret tanpa kuasa. Ia berkata, “Tidak seorang pun mengambil nyawa-Ku dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri” (Yohanes 10:18). Dengan kata lain, Sang Anak rela taat sampai mati demi kasih kepada Bapa dan kita. Di Getsemani Ia berdoa, “Jadilah kehendak-Mu” (Matius 26:39). Ketaatan inilah yang membuat salib bukan tragedi sia sia, melainkan liturgi kasih yang menyelamatkan.
Iblis Terlibat, Namun Bukan Penguasa Hasil
Alkitab tidak menutup fakta gelap: Iblis masuk ke dalam Yudas (Lukas 22:3), dan Yesus menyebut saat itu waktu kuasa kegelapan (Lukas 22:53). Namun kuasa kegelapan dibatasi dan akhirnya dipermalukan di salib. Paulus berkata, di kayu salib Allah melucuti pemerintah pemerintah dan penguasa penguasa, dan menjadikan mereka tontonan umum (Kolose 2:15). Penulis Ibrani menambahkan, melalui kematian-Nya, Kristus memusnahkan dia yang berkuasa atas maut, yaitu Iblis (Ibrani 2:14). Jadi Iblis mengira menang, padahal salib adalah kekalahannya.
Dosa Manusia Nyata, Tetapi Anugerah Lebih Besar
Kitab Suci menolak menyalahkan setan untuk menutupi tanggung jawab manusia. Petrus menuduh pendengarnya, “kamu telah menyalibkan dan membunuh-Nya” (Kisah Para Rasul 2:23). Manusia bersalah, namun Allah menyediakan pengampunan melalui darah Kristus. Inilah keindahan Injil: yang jahat dipakai Allah untuk kebaikan. Seperti prinsip yang diucapkan Yusuf, kamu mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah mereka-rekakannya untuk kebaikan (Kejadian 50:20 sebagai pola umum karya Allah).
Salib: Tempat Keadilan Dan Kasih Bertemu
Bagaimana Allah mengampuni tanpa meniadakan keadilan. Paulus menjawab, Allah telah menyatakan Kristus sebagai pendamaian oleh darah-Nya agar Ia tetap adil dan juga membenarkan orang yang percaya (Roma 3:25-26). Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Korintus 5:21). Salib adalah takhta keadilan dan pelukan kasih sekaligus. Di sana kutuk dosa ditanggung, dan kita dibebaskan, Galatia 3:13.
Jadi, Karya Siapa
Secara utama, penyaliban adalah karya Allah untuk menyelamatkan dunia melalui ketaatan Anak-Nya. Secara instrumental, Iblis dan manusia berdosa berperan dalam kejahatan yang Allah balikkan untuk kebaikan. Karena itu, Iblis bukan arsitek keselamatan, ia hanyalah pihak yang dikalahkan oleh rencana Allah. Kristus sendiri berkata tentang salib sebagai pengangkatan-Nya yang akan menarik semua orang datang kepada-Nya dan sekaligus penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar (Yohanes 12:31-33).
Dampak Praktis Bagi Kita
Pertama, jangan ragu akan kasih dan kedaulatan Allah. Jika Allah sanggup memakai salib untuk keselamatan, Ia sanggup menebus badai hidup kita.
Kedua, lawan godaan dengan memandang salib. Kemenangan Kristus atas Iblis memberi keberanian untuk berkata tidak pada dosa, 1 Korintus 10:13.
Ketiga, berdamailah dan terimalah pengampunan. Barangsiapa percaya kepada-Nya tidak akan binasa (Yohanes 3:16). Akhiri hidup menyalahkan dan mulailah hidup bersyukur.
Keempat, hiduplah dalam pola salib. Kasih yang rela berkorban menjadi gaya hidup murid, Filipi 2:5-8.
Kelima, beritakan Injil. Jika salib adalah rencana Allah yang pasti, pewartaan kita bukan sia sia. Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan (Roma 1:16).
Penutup
Apakah penyaliban karya Allah atau Iblis. Alkitab menegaskan: penyaliban adalah karya Allah yang menaklukkan Iblis. Iblis dan manusia melakukan kejahatan, tetapi Allah mengubahnya menjadi pintu keselamatan melalui ketaatan Kristus yang mati dan bangkit, 1 Korintus 15:3-4. Inilah alasan kita beriman dengan yakin, berjuang melawan dosa dengan pengharapan, dan mengasihi dengan berani. Di bawah salib, kegelapan tidak memiliki kata akhir. Kristuslah Tuhan.