Banyak orang bertanya-tanya, seberapa kuat sih sebenarnya Iblis? Apakah dia punya kuasa yang setara dengan Tuhan? Kadang saat hidup sedang berat, muncul pikiran bahwa kegelapan seolah-olah bisa menang. Tapi, benarkah begitu?
Iblis memang kuat, tapi bukan tandingan Tuhan
Alkitab nggak pernah bilang kalau Iblis itu lemah. Dia disebut sebagai “bapa segala dusta” (Yohanes 8:44) dan “singa yang mengaum-ngaum mencari orang yang dapat ditelannya” (1 Petrus 5:8). Tapi walaupun licik dan kuat, Iblis tetap makhluk ciptaan. Dia bukan lawan seimbang Tuhan.
Kuasa Tuhan itu mutlak, nggak bisa ditandingi
Tuhan adalah Pencipta segalanya, termasuk malaikat yang kemudian jatuh dan menjadi Iblis. Dalam Kolose 1:16 dijelaskan bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Artinya, Tuhan punya otoritas penuh atas segala kuasa termasuk kuasa gelap.
Iblis beroperasi dalam batas yang Tuhan izinkan
Contoh paling jelas bisa dilihat dari kisah Ayub. Iblis nggak bisa sembarangan mencelakai Ayub tanpa izin Tuhan (Ayub 1:12). Ini menunjukkan bahwa Iblis hanya bisa bertindak sejauh Tuhan mengizinkan, dan semua itu untuk maksud yang Tuhan sudah kendalikan penuh.
Kita nggak perlu takut, tapi tetap harus waspada
Yesus sudah menang atas Iblis di kayu salib (Kolose 2:15). Kita yang percaya kepada Kristus hidup dalam kemenangan itu. Tapi bukan berarti kita bisa santai dan sembrono. Efesus 6:11 bilang kita harus mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah supaya bisa bertahan terhadap tipu daya Iblis.
Jadi, siapa yang sebenarnya lebih kuat?
Jawabannya jelas: Tuhan. Iblis bisa menipu, menggoda, bahkan membuat orang merasa putus asa. Tapi dia nggak bisa menyentuh kita tanpa seizin Tuhan. Selama kita tinggal dalam Firman dan hubungan yang dekat dengan Kristus, kita nggak perlu takut karena kuasa yang ada dalam kita lebih besar daripada yang ada di dunia (1 Yohanes 4:4).