Pertanyaan ini sering memunculkan jawaban yang berbeda-beda, karena orang memakai kriteria yang tidak sama. Jawaban singkatnya: tergantung definisi yang dipakai. Jika yang dimaksud “Kristen” adalah siapa pun yang menyebut Yesus sebagai Juruselamat, maka banyak orang akan menjawab ya. Namun jika “Kristen” dimaknai sebagai iman yang sejalan dengan pengakuan Kristen historis tentang Tritunggal dan inti Injil, banyak gereja arus utama akan berkata ajaran Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir (LDS atau Mormon) berada di luar ortodoksi Kristen. Untuk menilai dengan adil, mari memakai beberapa lensa.
Tiga Lensa untuk Menjawab Pertanyaan
- Lensa sosiologis
Dari sudut pandang identitas diri, umat LDS menyebut diri mereka pengikut Yesus. Mereka membaca Alkitab, berbicara tentang iman, pertobatan, baptisan, dan misi. Dalam lensa ini, banyak orang akan mengelompokkan mereka sebagai bagian dari “keluarga besar” yang menaruh hormat pada Yesus. - Lensa historis-kredo
Kekristenan historis merujuk pada pengakuan iman gereja perdana seperti Nicea dan Khalsedon, yang menegaskan Allah Tritunggal dan Yesus Kristus satu pribadi dengan dua natur, ilahi dan manusia. Efesus 4:4-6 menekankan “satu Tuhan, satu iman, satu baptisan.” Jika memakai standar ini, banyak gereja Katolik, Orthodox, dan Protestan menilai LDS tidak sejalan terutama pada ajaran tentang Allah Tritunggal. - Lensa Alkitab-inti Injil
Inti Injil diringkas dalam 1 Korintus 15:3-4 tentang kematian dan kebangkitan Kristus, serta Efesus 2:8-9 tentang keselamatan karena anugerah melalui iman. 2 Timotius 3:16-17 menegaskan kecukupan Kitab Suci. Melalui lensa ini, kita bertanya: apakah ajaran pokok LDS tentang Allah, Kristus, keselamatan, dan otoritas wahyu sejalan dengan inti Injil menurut Alkitab.
Titik Persamaan yang Perlu Diakui
- Mengakui Yesus sebagai Juruselamat dan pentingnya iman serta pertobatan.
- Menghargai Alkitab sebagai Firman Allah, meskipun bersama kitab lain.
- Menekankan hidup bermoral, keluarga, dan pelayanan.
Kita patut memberi apresiasi atas keseriusan religius ini, sambil tetap jujur menilai perbedaan. Yohanes 3:16 menjadi titik temu tentang kasih Allah yang menyelamatkan.
Perbedaan Teologis yang Mendasar
- Hakikat Allah dan Tritunggal
Kekristenan historis mengaku satu Allah dalam tiga pribadi yang sehakikat: Bapa, Putra, Roh Kudus. LDS mengajarkan Bapa, Putra, dan Roh Kudus sebagai tiga Pribadi yang terpisah dan bersatu tujuan. Perbedaan ini menyentuh pusat pengakuan Tritunggal. Yohanes 1:1 dan Matius 28:19 dipahami berbeda di sini. - Otoritas wahyu
Gereja arus utama menempatkan Alkitab sebagai standar tertinggi iman dan praktik. LDS menerima Alkitab sekaligus Kitab Mormon, Ajaran dan Perjanjian, serta Mutiara yang Sangat Berharga sebagai wahyu tambahan, dengan nabi dan rasul modern yang memberi penafsiran mengikat. Ini berbeda dengan prinsip banyak gereja yang menilai Kitab Suci cukup untuk mengajar keselamatan (2 Timotius 3:16-17). - Kristologi dan keselamatan
Gereja arus utama menekankan bahwa kita diselamatkan oleh anugerah saja melalui iman pada karya salib dan kebangkitan Kristus (Efesus 2:8-9). LDS menekankan anugerah, tetapi juga serangkaian ordinansi dan kesetiaan pada ketetapan gereja yang diperlukan untuk kemajuan rohani. Cara memahami penebusan dan pengudusan di sini tidak identik. - Tujuan akhir dan pengagungan
Kekristenan historis berbicara tentang pemuliaan sebagai keserupaan dengan Kristus dalam kemuliaan, tetap sebagai ciptaan. Dalam LDS, dikenal gagasan kemajuan kekal yang dipahami sebagian sebagai kemungkinan menjadi sangat serupa dengan Allah. Ini berbeda dari pandangan klasik gereja. - Gereja dan ibadah
LDS menekankan imamat khusus, bait suci, dan praktik seperti baptisan bagi orang mati. Praktik ini tidak diakui oleh gereja arus utama karena tidak didukung oleh penafsiran Alkitab yang mereka pegang.
Jadi, Masuk Kristen atau Tidak
Kesimpulannya bergantung pada lensa yang dipakai.
- Secara sosiologis, banyak orang akan menyebut komunitas LDS sebagai “Kristen” karena memusatkan bahasa iman pada Yesus.
- Secara historis-kredo dan Alkitab-inti Injil, banyak gereja Katolik, Orthodox, dan Protestan menyimpulkan LDS tidak termasuk dalam ortodoksi Kristen karena perbedaan pada Tritunggal, otoritas wahyu, dan soteriologi.
Pernyataan ini bukan vonis pribadi, melainkan klasifikasi teologis agar percakapan jujur dan jelas.
Sikap yang Bijak dalam Dialog
- Pegang inti Injil: kematian dan kebangkitan Kristus bagi dosa kita (1 Korintus 15:3-4), keselamatan oleh anugerah melalui iman (Efesus 2:8-9), dan pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan (Roma 10:9).
- Sampaikan kebenaran dengan kasih dan hormat. 1 Petrus 3:15 menasihati agar kita siap memberi jawaban dengan lemah lembut.
- Uji semua hal dengan Firman seperti jemaat Berea yang menyelidiki Kitab Suci setiap hari.
- Bangun persahabatan. Tujuan dialog adalah saling memahami dan menolong orang melihat Kristus yang hidup, bukan memenangkan debat.
Ringkas: ada irisan persamaan pada penyebutan Yesus dan Alkitab, tetapi perbedaan doktrin inti membuat banyak gereja arus utama menilai LDS berada di luar kekristenan historis. Kita tetap dipanggil untuk berdialog dengan kasih, jernih, dan setia pada Injil.