Pertanyaan ini sering muncul ketika kita melihat perbedaan liturgi, struktur gereja, dan istilah teologis. Namun di balik semua variasi itu, apakah mereka menyembah Tuhan yang sama. Jawaban jujur dan ringkas: ya. Ketiganya menyembah Allah Tritunggal yang dinyatakan dalam Yesus Kristus, sekalipun memiliki penekanan dan praktik yang berbeda.
Apa yang Sama di Pusat Iman
Pada pusatnya, Katolik, Orthodox, dan Protestan mengakui Allah Tritunggal serta Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Inti Injil yang sama diwartakan: Kristus mati karena dosa-dosa kita dan bangkit untuk keselamatan (1 Korintus 15:3-4). Umat percaya mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan diselamatkan oleh anugerah-Nya (Roma 10:9).
Alkitab menegaskan fondasi kesatuan ini: “Satu tubuh dan satu Roh… satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua” (Efesus 4:4-6). “Satu Allah dan satu Pengantara… yaitu Yesus Kristus” (1 Timotius 2:5). Karena itu, arah penyembahan ketiganya menuju Pribadi yang sama, yaitu Allah yang menyatakan diri-Nya di dalam Kristus.
Intinya, pusat penyembahan kita sama meski ekspresinya beragam.
Di Mana Perbedaannya
Perbedaan ada pada otoritas ajaran, pemahaman sakramen, dan bentuk ibadah. Perbedaan ini penting untuk dipahami, namun tidak mengganti pusat penyembahan kepada Allah Tritunggal.
1. Otoritas ajaran
Gereja Katolik menempatkan Kitab Suci bersama Tradisi Suci dan Magisterium sebagai sumber otoritatif. Gereja Orthodox juga menekankan Tradisi Suci yang dihidupi dalam liturgi dan keputusan konsili, bersama Kitab Suci. Banyak gereja Protestan menegaskan Sola Scriptura, yaitu Alkitab sebagai otoritas tertinggi yang mengoreksi semua tradisi. Semua pihak sepakat bahwa Firman Allah memimpin umat, meski cara penekanan otoritasnya tidak sama (2 Timotius 3:16-17).
2. Sakramen dan kehadiran Kristus
Katolik dan Orthodox mengakui beberapa sakramen yang mereka pandang sebagai saluran anugerah; Protestan umumnya menegaskan dua perintah sakramental utama, baptisan dan perjamuan, dengan variasi pandangan tentang kehadiran Kristus dalam Perjamuan Kudus. Semua tradisi sepakat Perjamuan menunjuk kepada karya Kristus (Matius 26:26-28; 1 Korintus 11:23-26).
3. Bentuk ibadah dan simbol
Orthodox dan Katolik kaya dengan liturgi, ikon, dan kalender gerejawi, sebagai cara mengajar dan membentuk hati. Tradisi Protestan lebih beragam dalam tata ibadah, sering menekankan pengajaran Firman dan nyanyian jemaat. Tujuannya sama, yaitu memuliakan Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Apakah Devosi Mengubah “Siapa” yang Disembah
Pertanyaan yang kerap muncul berkaitan dengan devosi kepada Maria dan para kudus dalam Katolik dan Orthodox, serta penggunaan ikon. Penting untuk menjelaskan dengan adil. Dalam ajaran resmi, penyembahan tertinggi hanya bagi Allah. Devosi dan penghormatan dipahami berbeda dari penyembahan. Banyak kalangan Protestan memilih untuk tidak mempraktikkan devosi semacam itu demi menjaga kejelasan fokus kepada Kristus. Inti dari semuanya adalah mengarahkan hati kepada Allah, serta memastikan Kristus tetap pusat dari iman dan ibadah (1 Korintus 8:6).
Apa Kata Alkitab tentang Kesatuan
Yesus berdoa agar umat-Nya menjadi satu supaya dunia percaya (Yohanes 17:20-23). Paulus menasihati jemaat memelihara kesatuan Roh dalam damai sejahtera, mengingat “satu Tuhan, satu iman, satu baptisan” (Efesus 4:3-6). Kesatuan yang Alkitabiah bukan keseragaman total, melainkan kesetiaan bersama kepada Injil. Karena itu, perbedaan sekunder hendaknya dikelola dengan kerendahan hati dan kasih sambil memegang teguh kebenaran.
Kesatuan tanpa Injil akan kosong. Kebenaran tanpa kasih akan melukai. Keduanya harus berjalan bersama.
Bagaimana Berdialog dan Bekerja Sama
1. Mulai dari pusat yang sama
Tekankan bahwa kita menyembah Allah Tritunggal dan mengakui Yesus Kristus yang disalibkan dan bangkit. Ini menjadi dasar rasa saling hormat.
2. Akui perbedaan secara jujur
Bicarakan otoritas, sakramen, dan bentuk ibadah tanpa karikatur. Bedakan yang esensial dan yang dapat diperdebatkan.
3. Kembali ke Firman
Baca dan renungkan Alkitab bersama, misalnya Efesus 4:4-6, Yohanes 17:21, 1 Korintus 15:3-4. Firman menuntun dialog menuju Kristus.
4. Wujudkan dalam misi
Bekerja sama dalam pelayanan kasih dan kesaksian Injil. Ketika gereja melayani yang lemah, orang melihat perbuatan baik dan memuliakan Bapa (Matius 5:16).
Kesimpulan
Apakah Katolik, Orthodox dan Protestan menyembah Tuhan yang sama. Ya. Mereka mengarah kepada Allah Tritunggal yang dinyatakan dalam Yesus Kristus, meskipun menempuh jalur teologis dan liturgis yang tidak sama. Tantangan kita bukan menghapus perbedaan, melainkan memelihara kesatuan di dalam kebenaran dan kasih, agar doa Yesus tentang kesatuan umat-Nya semakin nyata di mata dunia (Yohanes 17:21).