🏠

Apakah Sunat Diwajibkan Dalam Kristen?

Pertanyaan tentang sunat sering muncul ketika orang membandingkan praktik iman Yahudi dan iman Kristen. Ada yang penasaran: kalau di Perjanjian Lama sunat begitu penting, apakah orang Kristen juga wajib melakukannya?

Sunat dalam Perjanjian Lama

Dalam Perjanjian Lama, sunat adalah tanda perjanjian Allah dengan Abraham dan keturunannya. Allah berfirman, “Inilah perjanjian-Ku yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat” (Kejadian 17:10).

Sunat saat itu bukan sekadar tindakan medis, melainkan tanda identitas umat Allah. Dengan sunat, orang Israel dibedakan dari bangsa-bangsa lain, seakan-akan memiliki “meterai” bahwa mereka adalah umat pilihan.

Pergeseran di Perjanjian Baru ✨

Ketika Injil diberitakan kepada bangsa-bangsa lain, muncul perdebatan besar: apakah orang non-Yahudi yang percaya Yesus juga harus disunat? Kisah Para Rasul 15 mencatat pertemuan di Yerusalem untuk membahas hal ini. Keputusan para rasul jelas: orang percaya dari bangsa lain tidak diwajibkan disunat.

Paulus sangat tegas dalam hal ini. Ia menulis, “Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah menjadi ciptaan baru” (Galatia 6:15).

Sunat jasmani hanyalah bayangan dari sesuatu yang lebih besar. Dalam Kristus, yang penting adalah “sunat hati” (Roma 2:29), yaitu pembaharuan batin yang dikerjakan oleh Roh Kudus, bukan sekadar tanda fisik pada tubuh.

Sunat Hati: Inti dari Iman Kristen

Konsep “sunat hati” inilah yang menjadi jawaban utama. Paulus menekankan bahwa orang percaya telah disunat secara rohani melalui karya Kristus: “Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus” (Kolose 2:11).

Artinya, iman dan ketaatan batin jauh lebih penting daripada ritual jasmani. Kristus telah menggenapi hukum Taurat, termasuk tanda-tanda lahiriahnya. Sunat bukan lagi syarat menjadi umat Allah, karena keselamatan diberikan oleh anugerah melalui iman (Efesus 2:8-9).

Bagaimana dengan Praktik Masa Kini?

Ada sebagian orang Kristen dari latar belakang tertentu yang mungkin tetap melakukan sunat karena alasan budaya atau kesehatan. Namun, hal itu tidak boleh dianggap sebagai kewajiban iman atau jalan keselamatan. Paulus menulis, “Bersunat tidak berarti apa-apa dan tidak bersunat tidak berarti apa-apa. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah” (1 Korintus 7:19).

Jadi, sunat bisa dilakukan, tapi bukan sebagai syarat rohani. Iman kepada Kristuslah yang menyelamatkan, bukan tanda fisik.

Penutup

Apakah orang Kristen diwajibkan sunat? Tidak. Sunat jasmani hanyalah tanda perjanjian lama, sedangkan dalam Kristus kita menerima perjanjian baru melalui darah-Nya di salib. Yang Tuhan cari bukanlah tubuh yang ditandai, melainkan hati yang diperbarui dan hidup yang taat kepada-Nya.

Keselamatan tidak bergantung pada pisau sunat, tetapi pada salib Kristus. Itulah kabar baik Injil yang membebaskan setiap orang, baik Yahudi maupun non-Yahudi, untuk hidup dalam anugerah Allah.

🔊 Dengarkan Secara Audio
© 2026 KebenaranHidup.com | Christ Project | Kebijakan Privasi