Setiap orang tentu ingin melihat hasil dari apa yang ia lakukan. Ketika kita bekerja keras, kita ingin segera melihat hasilnya. Ketika kita berdoa, kita berharap doa itu segera dijawab. Namun, dalam perjalanan iman, buah dari ketaatan tidak selalu muncul dengan cepat. Tuhan bekerja dalam waktu-Nya, bukan dalam waktu kita.
Abraham adalah salah satu contoh nyata. Ia menerima janji bahwa keturunannya akan sebanyak bintang di langit (Kejadian 15:5). Tetapi ia harus menunggu puluhan tahun sebelum Ishak lahir. Ketaatan Abraham diuji oleh waktu. Meski sempat goyah, akhirnya ia tetap percaya kepada janji Tuhan. Roma 4:20 berkata, “Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah.”
Inilah pelajaran penting: ketaatan tidak selalu langsung menghasilkan buah yang terlihat, tetapi selalu menumbuhkan iman. Setiap kali kita memilih taat, kita sedang menabur benih. Benih itu mungkin tidak langsung tumbuh hari ini, namun pada waktunya, Tuhan akan menumbuhkannya sesuai kehendak-Nya. Galatia 6:9 mengingatkan, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”
Sayangnya, banyak orang berhenti di tengah jalan karena merasa lelah menunggu. Padahal, berhenti berarti kita tidak pernah melihat hasil dari ketaatan itu. Sama seperti petani yang harus menunggu musim panen, kita pun harus sabar. Tuhan tahu kapan saat yang tepat untuk menjawab doa kita, kapan waktunya pintu terbuka, dan kapan buah itu matang. Tugas kita hanya satu: tetap taat.
Yesus juga mengajarkan hal ini melalui Yohanes 15:5, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Buah sejati hanya datang ketika kita melekat pada Kristus. Jika kita berusaha dengan kekuatan sendiri, kita mungkin hanya lelah. Tetapi ketika kita taat kepada-Nya, maka waktu Tuhan akan menghasilkan buah yang manis.
Hari ini mungkin kita belum melihat hasil dari doa dan ketaatan kita. Namun jangan menyerah. Ingatlah bahwa Tuhan setia. Apa yang kita tabur dalam ketaatan, akan menuai dalam kemuliaan. Ketaatan yang berbuah dalam waktu Tuhan selalu lebih indah daripada hasil instan dari jalan pintas dunia.
Tuhan, ajari kami untuk tetap setia dalam ketaatan meskipun hasilnya belum terlihat. Berikan hati yang sabar untuk menunggu waktu-Mu yang sempurna. Kami percaya bahwa setiap ketaatan kami tidak pernah sia-sia di hadapan-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa, amin.