Pertanyaan ini sering muncul di kalangan orang Kristen, terutama ketika kita hidup di tengah masyarakat yang beragam keyakinan. Alkitab jelas mengajarkan kita untuk hidup dalam kasih tanpa kehilangan identitas iman kita. Jadi, bagaimana seharusnya sikap kita terhadap orang yang tidak seiman?
1. Mengasihi Tanpa Memandang Perbedaan
Yesus memberikan perintah paling utama: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Matius 22:39). Perintah ini tidak terbatas hanya kepada mereka yang seiman, melainkan kepada semua orang. Mengasihi berarti menghormati, menghargai, dan memperlakukan orang lain dengan kebaikan, meski berbeda keyakinan.
2. Menjadi Terang dan Garam
Yesus berkata, “Kamu adalah terang dunia” (Matius 5:14). Artinya, kehadiran orang Kristen seharusnya membawa dampak yang baik bagi lingkungan. Sikap kita yang penuh kasih, sabar, dan rendah hati akan menjadi kesaksian yang lebih kuat daripada sekadar kata-kata.
3. Tidak Ikut Menyembah Ilah Lain, Tapi Tetap Hidup Damai
Alkitab juga mengingatkan agar kita tidak kompromi dalam iman. 2 Korintus 6:14 menegaskan bahwa terang tidak dapat bersatu dengan gelap. Artinya, kita tetap berpegang teguh pada iman kita, tetapi hidup berdampingan dengan damai, tanpa harus menyinggung atau menghina keyakinan orang lain.
4. Memberi Kesaksian dengan Bijaksana
1 Petrus 3:15 mengajarkan, “Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungjawaban dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.” Bersaksi tidak berarti memaksa, melainkan menunjukkan Kristus melalui hidup kita.
5. Menolong Tanpa Syarat
Dalam perumpamaan orang Samaria yang baik hati (Lukas 10:25-37), Yesus menekankan bahwa kasih sejati tidak terbatas pada suku, agama, atau latar belakang. Menolong orang lain tanpa melihat siapa mereka adalah wujud nyata dari kasih Kristus.
6. Berdoa untuk Mereka
Yesus bahkan mengajarkan kita untuk berdoa bagi musuh sekalipun (Matius 5:44). Apalagi bagi mereka yang tidak seiman dengan kita, doa adalah wujud kasih yang tulus. Kita tidak bisa mengubah hati seseorang, tetapi kita bisa mendoakannya agar suatu saat ia mengenal kasih Allah.
Kesimpulan
Sikap kita terhadap orang yang tidak seiman harus mencerminkan kasih Kristus: mengasihi, menghargai, hidup damai, menolong, dan tetap teguh dalam iman. Mengasihi bukan berarti kompromi, dan teguh dalam iman bukan berarti membenci. Ketika kita hidup seperti Kristus, orang lain akan melihat Injil bukan hanya dari perkataan, tetapi dari hidup kita sehari-hari.