Kehidupan modern sering kali membuat kita sibuk dengan urusan pribadi. Kita mengejar target pekerjaan, menjaga kenyamanan hidup, dan berusaha meraih cita-cita. Namun di tengah kesibukan itu, sering kali kita lupa bahwa ada orang-orang di sekitar kita yang sedang berjuang hanya untuk sekadar bertahan hidup. Alkitab berulang kali mengingatkan kita untuk tidak menutup mata terhadap orang miskin.
Amsal 19:17 berkata, “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu.” Ayat ini menunjukkan betapa seriusnya hati Tuhan terhadap orang miskin. Memberi kepada mereka bukan sekadar amal, melainkan sebuah tindakan yang Tuhan pandang sebagai hutang yang kelak Ia akan balas.
Yesus sendiri sangat peduli pada mereka yang tertindas. Dalam Matius 25:35-36 Ia berkata, “Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan.” Yesus mengidentikkan diri-Nya dengan mereka yang membutuhkan. Artinya, setiap kali kita menolong orang miskin, sebenarnya kita sedang melayani Kristus.
Namun, menolong orang miskin tidak selalu berarti memberi uang dalam jumlah besar. Bisa saja berupa makanan sederhana, pakaian layak pakai, atau bahkan sekadar mendengarkan dan menghargai mereka sebagai pribadi yang berharga. Yang Tuhan lihat adalah hati yang penuh belas kasihan. 1 Yohanes 3:17 berkata, “Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah tetap di dalam dirinya?”
Sayangnya, di zaman ini mudah sekali bagi kita untuk mengabaikan orang miskin. Kita bisa berpikir, “Itu bukan urusanku,” atau “Mereka harus bekerja lebih keras.” Padahal, bisa saja mereka terjebak dalam situasi sulit yang tidak mereka pilih. Justru di sinilah orang percaya dipanggil untuk hadir sebagai terang dan garam dunia.
Mengasihi orang miskin tidak akan membuat kita rugi. Justru dengan berbagi, kita sedang menanam benih yang kelak akan menuai berkat. Lukas 6:38 menegaskan, “Berilah dan kamu akan diberi.” Janji Tuhan jelas, bahwa orang yang murah hati tidak akan pernah kekurangan.
Hari ini mari kita peka. Perhatikan apakah ada orang miskin di sekitar kita yang bisa kita tolong. Jangan menunggu kaya raya dulu untuk menolong, karena kasih bisa dimulai dari hal kecil yang kita lakukan dengan tulus.
Tuhan, bukalah mataku untuk melihat orang-orang yang membutuhkan di sekitarku. Lembutkan hatiku agar tidak mengabaikan mereka, tetapi mau berbagi dengan kasih. Ajari aku menolong bukan karena pamer, melainkan sebagai ungkapan kasih kepada-Mu. Amin.