Kebanyakan dari kita menyukai kenyamanan. Kita betah dengan rutinitas yang bisa diprediksi, lingkungan yang familiar, dan jalan hidup yang terasa aman. Namun, Tuhan seringkali bekerja dengan cara yang menantang: Ia mengajak kita keluar dari zona nyaman agar kita belajar percaya sepenuhnya pada-Nya.
Kejadian 12:1 mencatat bagaimana Tuhan memanggil Abram, “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.” Bayangkan betapa sulitnya meninggalkan tanah kelahiran, keluarga, dan semua yang dikenal. Tetapi justru dalam langkah iman itulah Tuhan memulai sebuah cerita besar bersama Abram.
Zona nyaman sering kali membuat kita statis. Kita merasa aman, tetapi tidak bertumbuh. Kita bisa menikmati keteraturan, tetapi tidak melatih iman. Saat Tuhan mendorong kita keluar, itu bukan karena Ia ingin membuat hidup lebih sulit, melainkan karena Ia sedang memperluas kapasitas kita untuk percaya dan taat.
Israel juga mengalaminya. Mereka harus meninggalkan Mesir, tanah perbudakan tetapi sekaligus tempat yang familiar, menuju padang gurun yang tidak pasti. Di sana mereka belajar bahwa makanan, air, dan perlindungan hanya bisa datang dari tangan Tuhan. Zona nyaman mungkin memberi rasa aman, tetapi hanya di luar zona nyaman kita belajar mengandalkan Tuhan sepenuhnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, panggilan keluar dari zona nyaman bisa berarti banyak hal: mengambil pelayanan baru yang belum pernah kita coba, mengampuni orang yang sulit kita maafkan, berbicara tentang iman di tengah lingkungan yang menolak, atau bahkan berani melangkah dalam pekerjaan baru yang Tuhan bukakan.
Tantangannya adalah, kita sering menunda dengan alasan “belum siap.” Namun kebenarannya, kita tidak akan pernah benar-benar siap jika mengandalkan diri sendiri. Justru dalam ketaatan itulah Tuhan yang akan melengkapi kita.
Apakah saat ini Tuhan sedang mengajakmu keluar dari sesuatu yang nyaman? Ingatlah, Ia tidak sedang meninggalkanmu di tanah asing. Ia justru menuntunmu ke tanah janji tempat di mana rencana-Nya dinyatakan.
Bapa, seringkali aku takut melangkah keluar dari hal-hal yang membuatku nyaman. Tetapi aku tahu Engkau memanggilku untuk berjalan bersama-Mu, bukan berdiam di tempat yang aman. Kuatkan aku untuk taat, percaya, dan mengikuti langkah-Mu, meski aku belum melihat seluruh jalannya. Amin.