1
Mazmur Asaf.
Ya Allah, bangsa-bangsa lain telah masuk ke dalam tanah milik-Mu, menajiskan bait kudus-Mu, membuat Yerusalem menjadi timbunan puing.
2
Mereka memberikan mayat hamba-hamba-Mu sebagai makanan kepada burung-burung di udara, daging orang-orang yang Kaukasihi kepada binatang-binatang liar di bumi.
3
Mereka menumpahkan darah orang-orang itu seperti air sekeliling Yerusalem, dan tidak ada yang menguburkan.
4
Kami menjadi cela bagi tetangga-tetangga kami, menjadi olok-olok dan cemooh bagi orang-orang sekeliling kami.
5
Berapa lama lagi, ya TUHAN, Engkau murka terus-menerus, dan cemburu-Mu berkobar-kobar seperti api?
6
Tumpahkanlah amarah-Mu ke atas bangsa-bangsa yang tidak mengenal Engkau, ke atas kerajaan-kerajaan yang tidak menyerukan nama-Mu;
7
sebab mereka telah memakan habis Yakub, dan tempat kediamannya mereka hancurkan.
8
Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang kami; kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemah kami.
9
Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!
10
Mengapa bangsa-bangsa lain boleh berkata: “Di mana Allah mereka?” Biarlah di hadapan kami bangsa-bangsa lain mengetahui pembalasan atas darah yang tertumpah dari hamba-hamba-Mu.
11
Biarlah sampai ke hadapan-Mu keluhan orang tahanan; sesuai dengan kebesaran lengan-Mu, biarkanlah hidup orang-orang yang ditentukan untuk mati dibunuh!
12
Dan balikkanlah ke atas pangkuan tetangga kami tujuh kali lipat cela yang telah didatangkan kepada-Mu, ya Tuhan!
13
Maka kami ini, umat-Mu, dan kawanan domba gembalaan-Mu, akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan akan memberitakan puji-pujian untuk-Mu turun-temurun.
ποΈππ Ringkasan Mazmur 79 β βSeruan Pengampunan di Tengah Kehancuranβ
Mazmur 79 adalah ratapan nasional yang ditulis oleh Asaf setelah kehancuran Yerusalem β kemungkinan besar saat invasi Babel. Mazmur ini menggambarkan penderitaan yang amat dalam: Bait Allah dinajiskan, umat dibunuh dan tidak dikuburkan, kota dihancurkan, dan bangsa-bangsa mencemooh Israel.
Namun di tengah ratapan itu, pemazmur tidak hanya menangis β ia berseru kepada Allah untuk pengampunan dan pemulihan. Mazmur ini menjadi gambaran bagaimana orang percaya boleh mengungkapkan rasa sakit mereka kepada Tuhan, sambil tetap berharap pada belas kasihan-Nya.
π 1. Penderitaan Bangsa dan Penghinaan Musuh (ayat 1β4)
β‘οΈ Bangsa-bangsa masuk ke tempat kudus Allah dan menumpahkan darah umat-Nya.
β‘οΈ Mayat berserakan tanpa dikubur β aib dan kehinaan menimpa umat Israel.
π― Mazmur ini jujur tentang betapa hancurnya hidup bisa terjadi β bahkan kepada umat pilihan Allah.
π 2. Seruan untuk Pengampunan dan Pemulihan (ayat 5β9)
β‘οΈ βBerapa lama lagi, ya Tuhanβ¦? Jangan ingat kesalahan kami yang dahulu.β
β‘οΈ Mereka sadar bahwa yang mereka butuhkan bukan hanya kelepasan, tapi pengampunan.
π― Dalam musibah, fokus iman bukan hanya minta keluar dari masalah, tapi minta hati dibersihkan dan hubungan dengan Tuhan dipulihkan.
π 3. Permohonan agar Tuhan Membalas dan Memulihkan (ayat 10β12)
β‘οΈ βMengapa bangsa-bangsa berkata: Di mana Allah mereka?β
β‘οΈ Doa agar Tuhan membalas musuh dan tidak membiarkan umat-Nya dipermalukan selamanya.
π― Mazmur ini menunjukkan bahwa penderitaan umat Allah juga menjadi masalah kehormatan nama Tuhan β dan Allah peduli akan hal itu.
π 4. Janji untuk Memuji Tuhan Selamanya (ayat 13)
β‘οΈ βKami ini umat-Muβ¦ akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya.β
π― Iman sejati tetap menjanjikan pujian β bahkan sebelum pemulihan terjadi sepenuhnya.
π Pengajaran Utama
- Ketika umat Allah menderita, mereka dapat dengan jujur membawa keluhan mereka kepada Tuhan.
- Penderitaan seringkali adalah akibat dari dosa dan menjadi kesempatan untuk bertobat.
- Allah peduli terhadap nama-Nya sendiri dan tidak akan membiarkan umat-Nya terus dipermalukan.
- Pengampunan dan pemulihan berjalan bersamaan dalam rencana penebusan Allah.
- Iman tetap dapat memuji Tuhan bahkan di tengah reruntuhan.
β¨ Makna Spiritualitas (Perjanjian Baru)
π 1 Yohanes 1:9
βJika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adilβ¦β
β‘οΈ Seperti dalam Mazmur 79, pengakuan dosa membuka jalan untuk pengampunan dan pemulihan.
π Lukas 13:1β5
Yesus menanggapi penderitaan nasional dengan seruan: βJika kamu tidak bertobat, kamu akan binasa.β
β‘οΈ Penderitaan nasional adalah panggilan untuk refleksi rohani.
π Roma 2:24
βNama Allah dihujat oleh karena kamuβ¦β
β‘οΈ Sama seperti dalam Mazmur ini, umat Allah harus sadar bahwa perilaku mereka mencerminkan nama Tuhan.
π Wahyu 6:10
βBerapa lama lagi, ya Tuhan, yang kudus dan benarβ¦?β
β‘οΈ Doa umat yang tertindas di sepanjang sejarah β seruan yang terus didengar Tuhan.
ποΈ βBangsa-bangsa telah masuk ke dalam milik pusaka-Muβ¦β β Mazmur 79:1
ποΈ βKami telah menjadi celaan bagi tetangga-tetangga kamiβ¦β β Mazmur 79:4
ποΈ βJanganlah ingat kesalahan nenek moyang kamiβ¦β β Mazmur 79:8
ποΈ βTolonglah kami, ya Allah Penyelamat kamiβ¦β β Mazmur 79:9
ποΈ βKami ini umat-Mu dan domba gembalaan-Mu, akan bersyukur kepada-Muβ¦β β Mazmur 79:13