Dalam dunia ini, banyak orang berlomba untuk menjadi yang paling menonjol, paling populer, atau paling disukai. Namun, Alkitab mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak memilih berdasarkan penilaian manusia. Bahkan ketika seseorang bukan favorit, bukan pilihan utama, Tuhan tetap bisa memakai dia untuk rencana-Nya yang besar.
Kisah Daud adalah contoh nyata. Ketika Samuel datang ke rumah Isai untuk mengurapi raja yang baru, semua orang mengira salah satu dari kakak-kakaknya yang gagah perkasa akan terpilih. Tetapi Tuhan berkata, “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati” (1 Samuel 16:7). Daud bahkan tidak dianggap cukup penting untuk dipanggil saat itu. Ia hanya seorang gembala muda di padang, bukan favorit keluarga. Namun justru dialah yang dipilih Tuhan menjadi raja.
Hal ini mengingatkan kita bahwa favorit manusia tidak sama dengan pilihan Tuhan. Dunia mungkin tidak menilai kita, atasan mungkin tidak melirik kita, bahkan keluarga bisa saja mengabaikan kita. Tetapi Tuhan melihat hati. Dia bisa memakai orang yang diremehkan untuk melakukan perkara besar.
Yusuf juga pernah mengalami hal serupa. Ia tidak disukai oleh saudara-saudaranya, bahkan dijual sebagai budak (Kejadian 37:28). Namun, melalui proses panjang, Yusuf dipakai Tuhan untuk menyelamatkan banyak orang dari kelaparan.
Ketika kita merasa bukan yang “paling” di mata manusia, jangan berkecil hati. Tuhan tidak butuh orang sempurna, Dia mencari hati yang mau taat. Seperti Daud, seperti Yusuf, Tuhan bisa memakai hidup kita meski dunia tidak menaruh kita di daftar favorit.
Jadi, jangan biarkan kurangnya pengakuan dari manusia membuatmu meragukan panggilan Tuhan. Ingatlah perkataan Paulus dalam 1 Korintus 1:27, “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat.”
Jika hari ini kamu merasa bukan favorit, tetaplah setia. Justru dalam ketidakpopuleran itulah, kuasa Tuhan bisa lebih nyata. Tuhan tidak mencari yang terfavorit, Dia mencari yang bersedia.
Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak melihat seperti manusia melihat. Walau aku mungkin bukan favorit di mata dunia, aku percaya Engkau tetap bisa memakainya untuk rencana-Mu yang besar. Tolong aku tetap rendah hati dan setia, agar hidupku hanya memuliakan-Mu. Amin.