Pertanyaan ini mungkin adalah salah satu pertanyaan paling penting yang bisa kita tanyakan dalam hidup: “Tuhan, apa yang Engkau ingin aku lakukan dengan hidupku?” Pertanyaan ini menunjukkan bahwa hatimu sedang terbuka, ingin berjalan sesuai kehendak-Nya. Tapi jawaban Tuhan seringkali tidak datang dalam bentuk surat dari langit, melainkan lewat proses yang melibatkan hati, iman, dan ketaatan.
1. Tuhan Ingin Kamu Mengenal dan Mengasihi-Nya Terlebih Dahulu
Sebelum bicara soal apa yang harus dilakukan, Tuhan lebih tertarik pada siapa dirimu di hadapan-Nya. Dalam Matius 22:37-38, Yesus berkata bahwa perintah terbesar adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Hidup ini bukan tentang pencapaian semata, tapi hubungan. Tujuan utama hidupmu adalah mengenal Tuhan secara pribadi.
2. Tuhan Memberimu Talenta untuk Dipakai, Bukan Disimpan
Dalam perumpamaan talenta (Matius 25:14-30), hamba yang menyembunyikan talentanya dimarahi karena tidak menggunakannya. Tuhan menciptakanmu dengan keunikan: kepribadian, kemampuan, pengalaman, dan panggilan yang khas. Tuhan ingin kamu memakai semua itu untuk memberkati orang lain, bukan hanya untuk dirimu sendiri.
3. Tuhan Ingin Kamu Menjadi Terang dan Garam di Dunia
Bukan hanya pendeta atau misionaris yang punya “panggilan ilahi”. Kamu bisa menjadi guru, ibu rumah tangga, pelajar, desainer, teknisi, atau pengusaha, asal kamu melakukannya dengan kasih, kejujuran, dan iman, maka itu bisa jadi pelayanan. Dalam Matius 5:13-16, Tuhan memanggil kita menjadi terang dan garam di dunia. Artinya, hidupmu bisa membawa rasa dan arah bagi orang lain.
4. Tuhan Ingin Kamu Percaya, Bukan Tahu Semua Jawaban Sekarang
Kadang kita ingin Tuhan kasih blueprint hidup kita dari A sampai Z. Tapi Dia lebih sering menuntun langkah demi langkah. Amsal 3:5-6 berkata, “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu… maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Tuhan ingin kamu berjalan dalam iman, bukan hanya logika.
5. Tuhan Ingin Kamu Hidup untuk Kekekalan, Bukan Sekadar Dunia Ini
Filipi 3:20 berkata bahwa kewargaan kita adalah di surga. Artinya, hidup ini bukan hanya tentang sukses di dunia, tapi tentang investasi kekal. Tuhan ingin hidupmu menghasilkan buah yang bertahan sampai kekekalan: kasih, pengampunan, pelayanan, dan kesaksian hidup yang membawa orang kepada-Nya.
Kesimpulan:
Apa yang Tuhan ingin kamu lakukan? Mengenal-Nya, mengasihi-Nya, memakai apa yang kamu punya untuk memuliakan-Nya, dan hidup bukan untuk dirimu sendiri, tapi untuk tujuan kekal. Dan kabar baiknya? Dia akan menuntunmu satu langkah pada satu waktu.
“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik.” (Efesus 2:10)