Tidak semua karya besar Tuhan dalam hidup kita terjadi di depan banyak orang. Ada proses-proses yang Tuhan izinkan berlangsung secara pribadi, tersembunyi, bahkan seolah tidak ada yang memperhatikan. Namun justru di ruang-ruang tersembunyi itulah Tuhan sedang bekerja membentuk hati kita.
Yesus sendiri memberi teladan. Sebelum tampil di hadapan orang banyak, Ia menghabiskan 40 hari di padang gurun untuk diuji (Matius 4:1-2). Tidak ada sorakan manusia, tidak ada tepuk tangan, hanya pergumulan antara ketaatan dan godaan. Kemenangan di padang gurun itulah yang mempersiapkan-Nya untuk pelayanan yang terbuka. Demikian pula Daud. Sebelum dikenal sebagai raja, ia terlebih dahulu berlatih kesetiaan dengan menjaga beberapa ekor domba di padang, jauh dari sorotan.
Proses tersembunyi ini penting karena di situlah karakter ditempa. Kita belajar kesetiaan tanpa pengakuan, kerendahan hati tanpa sorakan, dan ketaatan tanpa tepuk tangan. Lukas 16:10 berkata, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.” Kesetiaan dalam ruang tersembunyi adalah dasar untuk dipakai dalam hal-hal yang lebih besar.
Masalahnya, kita sering ingin hasil instan dan pengakuan cepat. Kita ingin orang lain segera melihat pertumbuhan kita, pelayanan kita, atau mujizat dalam hidup kita. Tetapi Tuhan bekerja dengan cara yang berbeda. Ia lebih peduli pada siapa kita ketika tidak ada yang melihat, daripada apa yang kita tampilkan di depan orang banyak.
Jadi, jika saat ini kamu merasa seperti sedang diproses dalam diam, jangan kecewa. Mungkin tidak ada yang melihat, tetapi Tuhan sedang bekerja dalam. Pada waktunya, apa yang Ia bentuk secara pribadi akan tampak melalui hidup kita di hadapan banyak orang.
Tuhan, ajari kami untuk menghargai proses tersembunyi yang Engkau izinkan dalam hidup kami. Biarlah kami setia meski tidak ada yang melihat, dan percaya bahwa Engkau sedang membentuk kami untuk rencana-Mu yang lebih besar. Amin.