Gereja seharusnya menjadi tubuh Kristus yang hidup, tempat di mana umat percaya bertumbuh dalam firman dan kasih. Namun tidak semua gereja benar-benar berjalan di jalan Kristus. Ada gereja yang secara perlahan menjauh dari Kristus meskipun masih menyebut nama-Nya. Yesus sendiri sudah memperingatkan bahwa di akhir zaman akan muncul banyak penyesatan (Matius 24:11).
Membedakan antara gereja yang benar-benar berpusat pada Kristus dan yang hanya memakai nama-Nya tidaklah mudah. Karena itu, Alkitab memberi tanda-tanda yang jelas agar kita waspada.
1. Menggantikan Kristus dengan Figur Manusia
Yesus adalah Kepala Gereja (Kolose 1:18). Namun, gereja yang menyimpang seringkali mengangkat seorang pemimpin yang begitu diagungkan hingga lebih ditakuti daripada Tuhan. Ketika jemaat diarahkan untuk lebih taat pada manusia dibanding kepada Kristus, itu pertanda sudah menyimpang.
2. Mengaburkan Karya Salib
Injil sejati selalu menekankan bahwa keselamatan hanya melalui kematian dan kebangkitan Kristus (1 Korintus 15:3-4). Jika sebuah gereja lebih banyak membicarakan motivasi, kesuksesan, atau pengalaman pribadi daripada karya Kristus di salib, maka pusat Injil sudah digeser.
3. Mengabaikan Kasih yang Murni
Yesus berkata, “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi” (Yohanes 13:35). Gereja yang menyimpang dari Kristus cenderung lebih sibuk membangun sistem, kekuasaan, atau fasilitas, tetapi melupakan kasih yang nyata terhadap sesama.
4. Mengutamakan Dunia Lebih dari Kerajaan Allah
Ketika ibadah lebih mirip hiburan daripada penyembahan, ketika kemewahan ditonjolkan lebih dari kerendahan hati, di situlah kita perlu waspada. Yakobus 4:4 berkata, “Persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah.” Gereja yang sejati harus membawa jemaat semakin haus akan kekekalan, bukan hanya kenyamanan sementara.
5. Menolak Teguran Firman
Firman Tuhan itu bagaikan pedang bermata dua (Ibrani 4:12), yang menegur dan mengoreksi. Namun, gereja yang menyimpang dari Kristus akan menyesuaikan firman dengan selera manusia, bahkan menolak berbicara tentang dosa atau pertobatan demi menjaga kenyamanan jemaat. Akibatnya, kebenaran dikorbankan demi popularitas.
6. Tidak Hidup dalam Amanat Kristus
Yesus memberi Amanat Agung untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia (Matius 28:19-20). Gereja yang menyimpang justru melupakan panggilan ini, lebih sibuk membangun nama sendiri daripada menjadikan orang murid Kristus.
Kesimpulan:
Gereja yang menyimpang dari Kristus biasanya ditandai dengan hilangnya pusat salib, meninggikan manusia, mengutamakan dunia, kehilangan kasih, menolak teguran firman, dan melupakan misi Yesus. Itu sebabnya Paulus mengingatkan dalam 2 Korintus 11:3, agar kita jangan disesatkan dari kesetiaan yang sejati kepada Kristus.
Tugas setiap orang percaya adalah mengikuti Kristus, bukan sekadar nama sebuah gereja. Gereja yang sehat akan selalu membawa jemaat lebih dekat kepada Yesus, bukan menjauh dari-Nya.