Tidak ada satu pun dari kita yang benar-benar bebas dari motif. Setiap tindakan, bahkan yang terlihat baik, punya alasan di baliknya. Pertanyaannya bukan hanya “apa yang kita lakukan,” tapi “mengapa kita melakukannya.” Tuhan sangat memperhatikan bagian “mengapa” ini, karena motivasi hati sering kali jauh lebih penting daripada perbuatan yang terlihat.
Yesus sendiri mengingatkan tentang orang-orang Farisi yang berdoa, berpuasa, dan memberi sedekah hanya untuk dilihat orang. Ia berkata dalam Matius 6:1, “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka; karena jika demikian, kamu tidak mendapat upah dari Bapamu yang di sorga.” Bagi Tuhan, kemurnian hati lebih berharga daripada sorotan manusia.
Motif tersembunyi bisa sangat halus dan tidak selalu buruk secara kasat mata. Misalnya, kita melayani di gereja tapi sebenarnya ingin dipuji. Kita menolong orang, tapi diam-diam berharap mereka akan membalas jasa. Kita rajin memberi persembahan, tapi dalam hati berharap Tuhan memberi berkat finansial berlipat. Semua itu tampak “rohani,” tetapi jika motivasinya salah, nilainya berbeda di mata Tuhan.
Yeremia 17:10 berkata, “Aku, TUHAN, menyelidiki hati, menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, sesuai dengan hasil perbuatannya.” Ini berarti Tuhan tidak hanya menilai apa yang kita lakukan, tapi juga mengapa kita melakukannya. Motif kita adalah sesuatu yang tidak bisa kita sembunyikan dari-Nya.
Lalu, bagaimana kita menjaga hati agar tetap murni?
- Selalu periksa diri. Mazmur 139:23-24 mengajarkan doa ini: “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku.” Mintalah Roh Kudus untuk mengoreksi motivasi kita.
- Lakukan segala sesuatu untuk Tuhan, bukan manusia. Kolose 3:23 menegaskan, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”
- Belajar bersyukur dalam hal kecil. Motif yang salah sering muncul dari keinginan diakui. Bersyukur membantu kita melayani dengan hati yang tenang.
Ingat, Tuhan tidak mencari tindakan besar yang kosong, tetapi hati yang tulus dalam tindakan kecil. Lebih baik melakukan sedikit dengan hati yang murni daripada banyak hal dengan motif tersembunyi yang salah.