Setiap hari kita membawa sesuatu ke hadapan Tuhan, entah kita sadari atau tidak. Bisa berupa syukur, beban, doa, pertanyaan, atau bahkan hanya keheningan hati. Tuhan tidak pernah meminta kita datang dengan sesuatu yang sempurna. Dia justru mengundang kita datang apa adanya, membawa hati kita yang sebenarnya.
Yesus berkata dalam Matius 11:28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Perhatikan bahwa undangan-Nya bukan untuk orang yang kuat dan berhasil saja, tapi untuk mereka yang letih dan lemah. Tuhan menghargai kejujuran hati lebih dari kesempurnaan tampilan.
Kadang kita berpikir, “Aku harus beres dulu sebelum datang kepada Tuhan.” Tapi kebenarannya, kita tidak akan pernah bisa benar-benar beres tanpa datang kepada-Nya. Bahkan luka, kegagalan, dan rasa bersalah adalah hal-hal yang bisa kita bawa ke hadapan Tuhan. Dia tidak menolak hati yang hancur. Mazmur 51:17 berkata, “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kau pandang hina, ya Allah.”
Apa yang kamu bawa hari ini? Apakah kekhawatiran tentang masa depan? Apakah rasa kecewa karena doa yang belum dijawab? Atau mungkin rasa syukur atas berkat yang baru saja kamu terima? Tidak peduli bentuknya, Tuhan ingin mendengar semuanya. Dia adalah Bapa yang senang ketika anak-Nya datang berbicara tanpa rasa takut.
Dalam 1 Petrus 5:7 tertulis, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” Kata “segala” berarti tidak ada kekhawatiran yang terlalu kecil atau terlalu besar bagi Tuhan. Dia peduli pada setiap detail hidupmu.
Membawa sesuatu ke hadapan Tuhan bukan hanya tentang meminta, tapi juga mempersembahkan hati kita. Mungkin hari ini kita bisa berkata, “Tuhan, aku bawa rasa lelahku. Aku bawa harapanku. Aku bawa semua yang aku punya, termasuk diriku sendiri.” Terkadang yang Tuhan inginkan hanyalah kesediaan kita untuk membuka tangan dan menyerahkan segala beban.
Jadi, apa yang kamu bawa ke hadapan Tuhan hari ini? Apapun itu, bawalah dengan iman bahwa Tuhan mendengar, peduli, dan sanggup mengubahnya menjadi sesuatu yang baik.