Ada saat-saat dalam hidup ketika kita merasa benar-benar sendiri. Kita sudah mencoba menjelaskan perasaan kita, curhat ke teman, bahkan mengungkapkan isi hati dengan kata-kata terbaik, tapi tetap tidak ada yang benar-benar mengerti. Rasanya seperti berjalan dalam kabut tebal dikelilingi banyak orang, tapi tetap merasa sendirian.
Namun di tengah kesendirian itu, ada satu Pribadi yang benar-benar mengerti, bahkan sebelum kita mampu berkata apa-apa: Tuhan. Dalam Mazmur 139:1-2, Daud menulis, “TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku, Engkau mengetahui kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.” Kata “mengerti” di sini bukan sekadar tahu, tapi memahami dengan dalam.
Saat semua orang tidak bisa menebak isi hati kita, Tuhan justru sudah ada di dalamnya. Ia tidak perlu penjelasan panjang, Ia tidak menuntut kejelasan emosi karena Ia adalah Pencipta hati kita. Bahkan dalam Roma 8:27 dikatakan, “Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh…” Artinya, Tuhan menyelami isi terdalam hati kita bahkan saat kita sendiri bingung dengan perasaan yang kita alami.
Yesus pun pernah mengalami rasa tidak dimengerti. Di taman Getsemani, saat Ia bergumul dalam doa dan sangat tertekan, para murid-Nya tertidur dan gagal berjaga (Markus 14:37-38). Mereka tidak mengerti betapa beratnya beban yang Yesus tanggung. Tapi Yesus tetap berjalan dalam ketaatan karena Ia tahu bahwa Bapa di surga sepenuhnya memahami penderitaan-Nya.
Jadi, jika hari ini kamu merasa tidak dimengerti siapa pun keluarga, pasangan, sahabat, bahkan sesama orang percaya jangan putus asa. Tuhan tidak hanya tahu apa yang terjadi, Ia hadir bersama kamu di dalamnya. Dalam Ibrani 4:15, dikatakan bahwa kita memiliki Imam Besar yang turut merasakan kelemahan-kelemahan kita. Yesus tidak hanya melihat air matamu, Ia mengerti alasan di baliknya.
Bapa, ketika aku tidak bisa menjelaskan isi hatiku kepada siapa pun, terima kasih karena Engkau tetap mengerti. Dalam kesendirian, Engkau menjadi penghiburku. Ajarku untuk berlindung dalam kasih-Mu dan percaya bahwa aku tidak pernah benar-benar sendiri. Amin.