Karunia Roh Kudus merupakan topik yang sering menimbulkan perbedaan pandangan di antara gereja-gereja. Ada gereja yang percaya dan mendorong jemaatnya untuk menggunakan karunia Roh Kudus seperti bahasa roh, nubuat, penyembuhan, dan mujizat. Namun, ada juga gereja yang lebih berhati-hati, bahkan tidak percaya bahwa karunia-karunia itu masih berlaku pada masa kini. Apa penyebab perbedaan ini dan bagaimana kita memahaminya?
Perbedaan Pandangan Tentang Karunia Roh
Karunia Roh Kudus dijelaskan secara rinci oleh Rasul Paulus dalam 1 Korintus 12:4-7, “Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.”
Namun, sebagian gereja beranggapan bahwa karunia-karunia seperti bahasa roh atau mujizat hanya terjadi pada masa para rasul untuk meneguhkan berita Injil. Pandangan ini dikenal sebagai cessationism, yaitu keyakinan bahwa karunia-karunia tertentu sudah berhenti setelah kanon Alkitab lengkap.
Alasan Beberapa Gereja Tidak Percaya Karunia Roh
- Takut akan penyalahgunaan
Ada gereja yang pernah melihat penyalahgunaan karunia, misalnya bahasa roh yang tidak disertai penafsiran atau nubuat yang keliru. Hal ini menimbulkan sikap hati-hati atau bahkan penolakan. - Pemahaman teologi yang berbeda
Sebagian aliran teologi menekankan bahwa karunia spektakuler hanya untuk zaman para rasul sebagai tanda kerasulan. Mereka lebih menekankan pada pengajaran Firman dan kesempurnaan Alkitab sebagai pewahyuan utama. - Kurangnya pemahaman tentang pekerjaan Roh Kudus
Ada gereja yang tidak mengajarkan atau menjelaskan secara mendalam mengenai karunia Roh, sehingga jemaat menganggap karunia-karunia itu bukan bagian penting dari iman Kristen. - Fokus pada iman, bukan tanda-tanda
Ada gereja yang lebih menekankan hubungan pribadi dengan Kristus daripada manifestasi karunia, sehingga mereka melihat karunia Roh bukan sebagai bukti utama dari kedewasaan rohani.
Apa yang Alkitab Katakan?
Rasul Paulus jelas menegaskan bahwa karunia Roh Kudus adalah untuk membangun tubuh Kristus, bukan untuk pamer rohani. 1 Korintus 14:12 berkata, “Demikian juga kamu. Karena kamu berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, usahakanlah supaya kamu berlimpah-limpah dalam karunia itu untuk membangun jemaat.”
Alkitab juga menegaskan bahwa tidak semua orang harus memiliki semua karunia. 1 Korintus 12:29-30 menulis, “Adakah mereka semua rasul? Adakah mereka semua nabi? Adakah mereka semua pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk menyembuhkan? Adakah mereka semua berkata-kata dengan bahasa roh? Adakah mereka semua menafsirkan bahasa roh?”
Penutup
Perbedaan pandangan tentang karunia Roh tidak seharusnya menjadi alasan untuk perpecahan. Yang paling utama adalah hidup dalam kasih, kebenaran, dan ketaatan kepada Kristus. Paulus menutup pembahasan karunia dengan pernyataan indah di 1 Korintus 13:13, “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”
Jika ada gereja yang tidak percaya karunia Roh, hal itu sering kali karena interpretasi Alkitab dan tradisi teologi yang berbeda. Yang terpenting, kita tetap fokus membangun iman dalam kasih, karena itulah bukti sejati dari kedewasaan rohani.