Pernahkah kita merasa Tuhan begitu jauh, seakan tidak menjawab doa? Padahal sering kali, Tuhan berbicara bukan hanya lewat mimpi atau suara yang terdengar jelas, tetapi juga melalui kejadian-kejadian sederhana dalam hidup sehari-hari. Kita hanya perlu peka untuk menyadarinya.
Alkitab penuh dengan kisah bagaimana Allah memakai hal-hal biasa untuk menyatakan kehendak-Nya. Musa melihat semak yang menyala tetapi tidak terbakar (Keluaran 3:2). Elia mendengar suara Tuhan bukan dalam gempa atau api, melainkan dalam suara angin sepoi-sepoi basa (1 Raja-raja 19:12). Bahkan Yesus sering mengajar dengan perumpamaan sederhana tentang benih, ikan, atau roti. Semua itu menunjukkan bahwa Allah dekat dengan kehidupan manusia, berbicara dalam bahasa keseharian kita.
Begitu juga dengan hidup kita sekarang. Ada kalanya Tuhan menegur lewat sebuah kejadian kecil, misalnya ketika kita hampir jatuh karena kurang hati-hati, lalu teringat untuk lebih waspada dalam langkah rohani. Ada kalanya Ia menguatkan lewat orang asing yang tiba-tiba menolong kita. Bahkan bisa jadi melalui anak kecil yang mengucapkan kata sederhana, Tuhan sedang mengingatkan kita untuk kembali memiliki hati yang murni.
Mazmur 19:2 berkata, “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.” Setiap kali kita menatap matahari terbit atau bintang di malam hari, itu pun sebenarnya suara Allah yang mengingatkan bahwa Ia berkuasa, setia, dan hadir. Sering kali, kita sibuk mencari tanda-tanda spektakuler, padahal Tuhan justru bekerja melalui hal-hal yang sederhana namun penuh makna.
Firman Tuhan juga menegaskan bahwa Roh Kuduslah yang menolong kita untuk memahami cara Allah berbicara. Yohanes 14:26 berkata, “Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” Artinya, saat kita hidup dekat dengan Roh Kudus, kita akan lebih peka melihat bagaimana Tuhan memakai peristiwa kecil sekalipun untuk mengajar kita.
Mungkin hari ini Tuhan ingin bicara lewat sahabat yang menasihati kita, lewat doa yang dijawab tidak sesuai keinginan, atau bahkan lewat kegagalan yang kita alami. Jangan buru-buru menganggap itu kebetulan. Dalam setiap peristiwa, Tuhan bisa menaburkan pesan untuk kita tangkap.
Maka marilah kita belajar membuka mata rohani. Jangan hanya menunggu Tuhan berbicara lewat hal besar, tetapi sadari bahwa dalam rutinitas sehari-hari pun, Ia tetap hadir, mengajar, menegur, dan menghibur kita.
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau setia berbicara dalam hidupku, bahkan melalui hal-hal yang sederhana. Bukakan mataku agar aku peka terhadap setiap tanda dan suara-Mu. Ajar aku untuk selalu mendengarkan dan menaati kehendak-Mu. Amin.