Salah satu hal yang paling indah dalam pelayanan Yesus di bumi adalah bagaimana Ia memperlakukan orang berdosa. Alih-alih menjauhi mereka, Yesus justru hadir, mendekati, bahkan makan bersama dengan mereka. Hal ini berbeda jauh dengan pandangan banyak orang pada zaman itu, terutama kaum Farisi yang menganggap diri benar dan memandang hina mereka yang berdosa.
Dalam Lukas 19:5-7, kita membaca kisah Zakheus, seorang pemungut cukai yang dipandang sebagai pendosa besar. Ketika Yesus melihatnya di atas pohon, Ia berkata, “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Orang-orang bersungut-sungut karena Yesus masuk ke rumah seorang berdosa. Tetapi justru di rumah itulah terjadi pertobatan besar. Zakheus bertobat, dan hidupnya berubah karena kasih Yesus yang mau mendekat.
Yesus juga dikenal makan bersama para pemungut cukai dan orang-orang berdosa. Dalam Matius 9:12-13 Ia berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” Yesus datang justru untuk mencari mereka yang terhilang, bukan menjauhi mereka.
Sikap Yesus ini memberi pelajaran berharga. Pertama, kasih lebih besar daripada penolakan. Banyak kali manusia lebih cepat menghakimi daripada merangkul. Tetapi Yesus melihat potensi di balik kelemahan seseorang. Kedua, hadirnya Yesus membawa pemulihan, bukan kompromi dengan dosa. Ia tidak membenarkan kesalahan, tetapi dengan kasih-Nya Ia menuntun orang berdosa kepada pertobatan sejati.
Contoh lainnya adalah perempuan Samaria di sumur (Yohanes 4:7-26). Yesus tidak menghindarinya meski masyarakat memandang rendah perempuan itu. Ia justru bercakap-cakap, menyingkapkan kebenaran, dan akhirnya perempuan itu menjadi saksi bagi seluruh kotanya. Perjumpaan dengan Yesus selalu mengubahkan hidup, bukan membiarkan orang tetap terikat dalam dosa.
Bagi kita hari ini, teladan Yesus sangat relevan. Kita dipanggil untuk mengasihi, bukan menjauhi. Dunia membutuhkan orang percaya yang berani hadir di tengah kegelapan, membawa terang Kristus tanpa rasa takut. Jangan sampai kita lebih mirip orang Farisi yang sibuk menghakimi, tetapi gagal memperlihatkan kasih.
Yesus tidak menghindari orang berdosa, dan itulah alasan mengapa kita semua bisa diselamatkan. Sebab dahulu kita pun adalah orang berdosa yang dikasihi-Nya. Mari kita meneladani kasih-Nya dengan merangkul orang lain dan membawa mereka pada kasih karunia Kristus.
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak menjauh dariku ketika aku masih hidup dalam dosa. Engkau justru datang mendekat dan menyelamatkanku. Tolong aku agar dapat meneladani kasih-Mu, mengasihi orang lain, dan menjadi saksi yang membawa mereka semakin dekat kepada-Mu. Amin.