Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana bunga matahari selalu menghadap ke arah matahari? Atau bagaimana tanaman merambat bisa mencari celah untuk menjulur ke arah cahaya? Sifat alami mereka yang mencari terang kadang terasa begitu spiritual. Tapi, mungkinkah tumbuhan benar-benar “merasakan” Tuhan?
Tumbuhan Tidak Punya Pikiran, Tapi Mereka Merespons Kehidupan
Secara ilmiah, tumbuhan tidak memiliki otak atau sistem saraf. Namun, mereka punya sistem yang sangat peka terhadap cahaya, air, gravitasi, dan sentuhan. Fenomena seperti phototropism (bergerak ke arah cahaya) atau thigmotropism (merespons sentuhan) menunjukkan bahwa tumbuhan tidak pasif. Mereka memiliki cara sendiri untuk hidup, bertumbuh, dan beradaptasi.
Jika hidup adalah karya Tuhan, maka respons tumbuhan terhadap kehidupan adalah bentuk ketaatan yang tanpa ragu. Mereka tidak “memilih” untuk mengikuti cahaya mereka hanya melakukannya. Dalam hal ini, tumbuhan mungkin justru menunjukkan ketaatan yang murni terhadap hukum Tuhan yang tertanam dalam ciptaan.
Segala Makhluk Memuji Tuhan dengan Caranya
Mazmur 148:7-9 berkata, “Pujilah TUHAN dari bumi, hai ular-ular laut dan segenap samudera raya, hai api dan hujan es, salju dan kabut, angin badai yang melakukan firman-Nya; hai gunung-gunung dan segala bukit, pohon-pohon buah dan segala pohon aras!”
Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh alam termasuk tumbuhan ikut serta dalam memuliakan Tuhan, bukan dengan kata-kata, tapi dengan keberadaan dan fungsinya yang setia.
Pohon Tidak Beribadah, Tapi Mereka Tunduk
Tumbuhan mungkin tidak punya kesadaran spiritual seperti manusia. Namun mereka hidup dalam ketaatan yang konstan. Mereka tidak memberontak, tidak menunda, tidak mempertanyakan. Setiap daun yang tumbuh, setiap akar yang merambat ke dalam tanah, adalah bentuk “penyerahan” yang luar biasa.
Yesaya 55:12 menyatakan, “…pohon-pohon di padang akan bertepuk tangan.” Ini tentu bukan dalam arti harfiah, tapi merupakan cara Alkitab menggambarkan bahwa seluruh ciptaan bersukacita dalam kehendak Tuhan.
Jadi, Apakah Mereka Merasakan Tuhan?
Bukan dalam cara kita merasakan. Tapi tumbuhan hidup dalam hukum ciptaan yang ditetapkan oleh Sang Pencipta, dan dalam ketaatan tanpa sadar itu, mereka “berelasi” dengan Tuhan.
Kita sebagai manusia justru sering lupa bahwa ketaatan yang paling murni sering kali tidak butuh banyak argumen, hanya kesetiaan. Mungkin tumbuhan sedang mengajar kita untuk kembali tunduk pada terang yang sejati.