Banyak orang berpikir bahwa bertumbuh secara rohani selalu terasa damai dan menyenangkan. Padahal, disiplin rohani seringkali menuntut pengorbanan dan ketekunan yang justru bisa membuat kita keluar dari zona nyaman. Sama seperti otot tubuh yang perlu dilatih dengan beban agar kuat, iman kita pun perlu diuji dan dibentuk melalui kebiasaan rohani yang konsisten, meskipun terasa berat.
Paulus menulis dalam 1 Korintus 9:27, “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” Ayat ini menunjukkan bahwa latihan rohani memerlukan pengendalian diri dan tekad yang kuat. Membaca Alkitab setiap hari, berdoa dengan tekun, berpuasa, atau melayani, bukanlah kegiatan yang selalu terasa mudah. Ada hari-hari di mana kita lebih memilih tidur, bersantai, atau mengikuti keinginan hati, tetapi disiplin rohani mengajarkan kita untuk memilih taat meskipun tidak nyaman.
Tuhan sering memakai ketidaknyamanan untuk membentuk karakter kita. Saat kita berdoa meskipun hati sedang kering, atau tetap memuji meski situasi sulit, kita sedang belajar mengandalkan iman, bukan perasaan. Ibrani 12:11 mengatakan, “Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita; tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.” Artinya, hasil dari disiplin rohani baru akan terlihat ketika kita setia melakukannya.
Kita perlu mengingat bahwa disiplin bukanlah beban, melainkan bentuk kasih Tuhan untuk membentuk kita menjadi serupa dengan Kristus. Sama seperti seorang pelatih yang mendorong atletnya melebihi batas karena tahu potensi yang dimilikinya, Tuhan pun membentuk kita melalui latihan rohani agar iman kita matang.
Mungkin saat ini kamu sedang berjuang untuk konsisten dalam membaca firman, berdoa, atau bersekutu. Rasa malas, sibuk, atau bahkan bosan bisa menjadi penghalang. Namun, percayalah, setiap langkah kecil dalam disiplin rohani adalah investasi kekal.
Tuhan, terima kasih karena Engkau mengasihi aku dengan membentuk karakterku melalui disiplin rohani, meski sering terasa berat. Tolong aku untuk tetap setia berdoa, merenungkan firman, dan taat kepada-Mu, walau kadang tidak nyaman. Bentuklah aku menjadi pribadi yang matang secara rohani, yang hidup memuliakan nama-Mu.