Ada banyak hal dalam hidup yang membuat kita bertanya: “Mengapa ini terjadi? Kapan aku akan mengerti maksudnya? Mengapa Tuhan diam?” Keinginan manusia untuk segera mendapat jawaban seringkali membuat kita gelisah. Namun firman Tuhan mengingatkan dalam Pengkhotbah 3:11, “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.”
Tidak semua hal harus segera dijelaskan. Ada rahasia yang hanya Tuhan tahu, ada proses yang hanya bisa dipahami seiring waktu. Seperti anak kecil yang bertanya hal-hal rumit kepada orang tua, kadang jawaban yang sebenarnya terlalu berat untuk ia pahami saat itu. Orang tua bisa saja menjelaskan, tapi sang anak belum siap menerima. Demikian juga dengan Tuhan terhadap kita.
Yesus sendiri pernah berkata kepada murid-murid-Nya, “Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya” (Yohanes 16:12). Artinya, ada pengetahuan dan pengertian yang sengaja ditunda Tuhan sampai hati kita cukup kuat untuk menerimanya.
Kita sering merasa frustasi karena ingin tahu semuanya sekarang. Kita ingin tahu alasan di balik sakit, kehilangan, penolakan, atau doa yang belum dijawab. Tetapi Tuhan tahu persis kapan saat terbaik bagi kita untuk mengerti. Kadang penundaan jawaban bukan karena Tuhan tidak peduli, melainkan karena Ia sedang mempersiapkan hati kita.
Yang terpenting bukan seberapa cepat kita mendapat jawaban, melainkan seberapa dalam kita belajar percaya. Orang yang dewasa rohani tidak diukur dari banyaknya jawaban yang ia terima, tetapi dari seberapa ia tetap setia walau belum mengerti.
Hari ini, mungkin ada hal dalam hidupmu yang terasa misterius. Jangan biarkan rasa ingin tahu berubah menjadi keresahan. Percayalah, Tuhan tidak sedang menyembunyikan sesuatu untuk membuatmu bingung, tapi Ia menunggu saat terbaik untuk membuka rahasia-Nya.
Iman sejati adalah percaya kepada Tuhan, bahkan ketika kita belum mengerti jalan-Nya.
Bapa, aku sering gelisah karena ingin tahu semua jawaban sekarang juga. Tapi aku percaya Engkau tahu apa yang terbaik bagiku. Ajarku untuk menunggu dengan tenang, percaya pada waktu-Mu, dan tidak kehilangan iman meski aku belum mengerti segalanya. Amin.