Di era media sosial, kita terbiasa melihat orang membagikan setiap pencapaian, kesedihan, hingga perjuangan mereka. Tidak jarang kita pun merasa terdorong untuk melakukan hal yang sama, seolah-olah perjuangan kita baru dianggap berharga kalau dilihat orang lain. Padahal, Alkitab mengajarkan bahwa banyak hal berharga justru terjadi dalam keheningan, di tempat tersembunyi, hanya antara kita dan Tuhan.
Yesus sendiri mengajarkan dalam Matius 6:6, “Tetapi apabila engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Ayat ini tidak hanya berbicara tentang doa, tetapi juga menggambarkan prinsip penting: Tuhan menghargai hal-hal yang tersembunyi, termasuk perjuangan yang tidak dilihat siapa pun.
Tidak semua proses harus diumumkan. Tidak semua air mata harus dijelaskan. Ada nilai dalam ketekunan yang diam-diam, dalam pengorbanan yang tidak diberi tepuk tangan. Bahkan Yesus, dalam perjalanan-Nya menuju salib, banyak kali memilih untuk tidak membela diri, tidak menunjukkan kekuatan-Nya secara terbuka, meskipun Ia bisa. Yesaya 53:7 menubuatkan tentang-Nya, “Ia dianiaya, tetapi Ia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulut-Nya.” Itu bukan kelemahan, tetapi ketundukan penuh kepada kehendak Bapa.
Kadang kita ingin orang lain tahu betapa beratnya pergumulan kita. Kita merasa lebih dihargai kalau ada yang menyadari perjuangan kita. Tapi ingatlah, pengakuan manusia bersifat sementara, namun upah dari Tuhan bersifat kekal. Dalam Kolose 3:23-24 tertulis, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah.”
Jika hari ini kamu sedang berjuang dalam doa, dalam kesetiaan, dalam pelayanan yang tidak dilihat siapa-siapa, jangan kecewa. Tuhan melihat. Ia memperhatikan setiap tetes air mata, setiap pilihan untuk tetap benar, dan setiap langkah yang kamu ambil dengan setia meski tanpa sorotan. Tuhan, ajarku untuk setia bahkan saat tidak ada yang melihat. Biarlah hatiku cukup dengan pandangan-Mu, bukan pengakuan manusia. Terima kasih karena Engkau memperhatikan setiap proses kecil dalam hidupku. Amin.