Pertanyaan tentang zaman dinosaurus sering memunculkan dilema. Di satu sisi, sains berbicara tentang fosil, lapisan batuan, dan kurun waktu yang sangat panjang. Di sisi lain, orang Kristen ingin setia pada Alkitab. Haruskah kita menolak salah satunya. Tidak. Dengan hati yang mau diajar, kita bisa menghargai temuan ilmiah sambil tetap memegang Alkitab sebagai Firman Allah. Alkitab memberi tujuan dan makna, sains menelusuri mekanisme dan urutan peristiwa. Keduanya dapat saling melengkapi bila ditempatkan pada perannya.
Mengapa Pertanyaan Ini Penting
Mazmur menyatakan “langit menceritakan kemuliaan Allah” (Mazmur 19:2) dan Paulus menulis bahwa sifat Allah yang kekal nyata melalui ciptaan (Roma 1:20). Karena itu, menyelidiki sejarah bumi, termasuk dinosaurus, adalah bagian dari mandat mengasihi Allah dengan akal budi. Iman tidak anti data. Iman menuntun cara kita membaca data.
Apa yang Dikatakan Sains Tentang Dinosaurus
Ilmuwan menemukan jutaan fosil dalam lapisan batuan yang berurutan. Ada pola global yang konsisten tentang urutan kemunculan dan kepunahan berbagai kelompok makhluk. Tengkorak, gigi, jejak kaki, bahkan sarang telur dinosaurus ditemukan dalam konteks geologi yang dapat diteliti. Berbagai metode penanggalan digunakan dan saling silang periksa. Kesimpulan ilmiah arus utama adalah bahwa dinosaurus hidup sangat lama sebelum manusia dan punah jauh sebelum sejarah manusia tertulis.
Seorang Kristen boleh menilai data secara kritis. Namun menolak seluruh bidang ilmu hanya karena kesimpulannya menantang pembacaan kita yang lama bukanlah sikap Berea. “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik” (1 Tesalonika 5:21). Itu berarti menanyakan kualitas bukti, bukan menutup mata atas bukti.
Apa yang Dikatakan Alkitab
Kejadian 1 menegaskan Allah sebagai Pencipta yang mencipta dengan tertib dan menyebut ciptaan-Nya baik. Binatang darat diciptakan pada hari keenam bersama manusia (Kejadian 1:24-27). Alkitab tidak memakai istilah “dinosaurus” karena itu istilah modern, namun kitab Ayub menyebut makhluk besar seperti behemot dan leviatan dalam bahasa puisi untuk menonjolkan kebesaran Allah atas ciptaan-Nya (Ayub 40:15-24; Ayub 41). Poin utama Alkitab bukan katalog ilmiah, melainkan teologi penciptaan, martabat manusia sebagai gambar Allah, dan panggilan beribadah.
Tiga Cara Pembacaan yang Umum di Kalangan Kristen
Bumi muda
Membaca hari-hari penciptaan sebagai hari 24 jam berurutan. Dinosaurus dipahami diciptakan pada hari keenam, hidup bersama manusia, lalu punah, misalnya pasca air bah. Kekuatan model ini adalah kesederhanaan baca teks. Tantangannya adalah menjelaskan pola global fosil dan urutan lapisan dengan meyakinkan.
Bumi tua atau kerangka hari-usia
Melihat hari-hari sebagai era atau menganggap Kejadian 1 adalah kerangka liturgis yang mengajarkan teologi, bukan kronologi detil. Dinosaurus ditempatkan jauh sebelum manusia. Kekuatan model ini adalah penghargaan pada data geologi yang luas. Tantangannya adalah menjawab pertanyaan tentang penderitaan dan kematian sebelum kejatuhan.
Ciptaan melalui proses evolusi
Meyakini bahwa Allah berkarya melalui proses alam yang Ia pelihara. Dinosaurus adalah bagian dari sejarah ciptaan yang panjang. Kekuatan model ini adalah integrasi luas dengan biologi modern. Tantangannya adalah menjelaskan teologi kejatuhan dan asal usul manusia sebagai gambar Allah secara Alkitabiah.
Semua model ini berupaya setia pada Alkitab dan realitas ciptaan. Orang Kristen dapat berbeda pada rincian, tetapi yang pokok tetap sama.
Apa yang Pasti Sama Menurut Iman Kristen
Pertama, Allah adalah Pencipta dan Pemelihara segala sesuatu (Kolose 1:16-17).
Kedua, manusia dicipta menurut gambar Allah sehingga memiliki martabat dan panggilan etis yang unik (Kejadian 1:26-28).
Ketiga, dosa merusak tatanan dan hanya Kristus yang memulihkan. Inti Injil adalah Yesus mati dan bangkit (1 Korintus 15:3-4).
Keempat, ciptaan mengajar kita rendah hati. “Adalah kemuliaan Allah menyembunyikan suatu perkara, kemuliaan raja-raja menyelidikinya” (Amsal 25:2).
Menjawab Kekhawatiran Umum
Apakah menerima zaman dinosaurus berarti menolak Alkitab. Tidak. Yang ditolak Alkitab adalah penyembahan ciptaan, bukan penyelidikan ciptaan. Bacalah Kejadian sesuai genre dan tujuannya, sambil jujur pada data umum ciptaan.
Bagaimana dengan kematian sebelum manusia. Ada beragam jawaban teologis. Sebagian menafsir kematian yang menjadi upah dosa terutama merujuk pada kematian manusia di hadapan Allah yang mendatangkan keterpisahan rohani dan akhirnya kematian jasmani. Apa pun posisi kita, pusatnya tetap karya Kristus yang mengalahkan dosa dan maut.
Apakah sains selalu benar. Sains berkembang dan bisa direvisi, namun ketika banyak lini bukti saling menopang, kita perlu rendah hati. Revisi biasanya memperhalus, bukan membalik seluruh gambaran.
Jalan Praktis Berdamai dengan Pertanyaan Ini
Baca Alkitab mendalam dan menyeluruh. Biarkan perkataan Kristus diam di tengah jemaat (Kolose 3:16).
Hargai kerja ilmiah yang jujur. Gunakan pertanyaan yang baik, bukan prasangka.
Pelihara hati penyembah. Tujuan akhir bukan memenangkan skema penafsiran, melainkan memuliakan Pencipta.
Bimbing anak dan remaja melihat museum, membaca sains populer yang kredibel, lalu menutup hari dengan doa syukur atas kebesaran Allah.
Kesimpulan
Apakah zaman dinosaurus dapat dipercaya. Sebagai rekonstruksi ilmiah yang didukung banyak bukti, ya, dapat ditelusuri secara masuk akal. Apakah itu mengancam iman. Tidak, bila kita ingat bahwa Alkitab berbicara terutama tentang siapa Allah, siapa manusia, dan bagaimana kita diselamatkan. Iman menuntun kita menyembah Pencipta, sains menolong kita kagum pada karya-Nya. Ketika keduanya berjalan pada jalurnya, kita semakin rendah hati, semakin bersyukur, dan semakin memuliakan Allah yang kebijaksanaan-Nya melampaui hitungan zaman.