Banyak orang merasa bangga ketika hidupnya dipakai Tuhan, entah lewat pelayanan, mujizat, atau karya besar yang tampak di mata manusia. Namun, Alkitab mengingatkan bahwa menjadi alat di tangan Tuhan bukan alasan untuk meninggikan diri, melainkan kesempatan untuk semakin rendah hati.
Yesus pernah berkata, “Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan.” (Lukas 17:10). Dengan kata lain, dipakai Tuhan bukanlah karena kehebatan kita, melainkan karena kasih karunia-Nya.
Kisah Gideon menjadi contoh. Awalnya ia merasa kecil dan tidak layak, namun Tuhan memilihnya untuk memimpin Israel melawan orang Midian. Bahkan ketika pasukan dikurangi hanya menjadi 300 orang, kemenangan tetap terjadi, agar jelas bahwa itu bukan kekuatan Gideon, melainkan kuasa Tuhan (Hakim-hakim 7:2). Tuhan sengaja memakai yang lemah untuk mempermalukan yang kuat, supaya kemuliaan hanya kembali kepada-Nya.
Bahaya terbesar ketika dipakai Tuhan adalah kesombongan rohani. Kita bisa mulai merasa lebih penting, lebih rohani, atau lebih berharga dibanding orang lain. Padahal, Yohanes Pembaptis sendiri berkata, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” (Yohanes 3:30). Inilah sikap hati seorang hamba sejati: mengarahkan semua perhatian hanya kepada Kristus, bukan kepada diri sendiri.
Dipakai Tuhan adalah anugerah, bukan pencapaian. Kita hanyalah bejana tanah liat yang menyimpan harta rohani yang besar (2 Korintus 4:7). Semua kemuliaan, kehormatan, dan pujian harus kembali kepada Allah. Kita tidak bisa bermegah, sebab tanpa Tuhan kita bukan apa-apa.
Daripada bangga karena dipakai, lebih baik kita bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk melayani. Setiap karya yang lahir melalui hidup kita hanyalah cermin kasih karunia Tuhan yang bekerja di dalam kelemahan kita. Tugas kita hanya satu: tetap rendah hati, setia, dan mengarahkan semua kemuliaan kembali kepada Sang Sumber.
Tuhan, ampuni kami jika kadang kami merasa bangga karena dipakai oleh-Mu. Ingatkan kami bahwa semua yang terjadi hanyalah karena anugerah-Mu. Ajari kami untuk tetap rendah hati, setia, dan selalu mengembalikan segala kemuliaan hanya kepada-Mu. Amin.