Kehidupan kita di dunia ini penuh dengan suara yang berusaha menarik perhatian. Ada suara popularitas, kesuksesan, materi, dan hiburan yang seakan menawarkan kebahagiaan sejati. Namun, jika kita tidak hati-hati, kita bisa kehilangan arah dan menjauh dari tujuan yang Tuhan berikan.
Yesus sudah memperingatkan dalam Markus 8:36: “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya?” Ayat ini mengingatkan bahwa sebesar apa pun pencapaian dunia, semuanya tidak berarti jika membuat kita menjauh dari Tuhan. Dunia bisa memberi kesenangan sesaat, tetapi hanya Tuhan yang bisa memberi hidup kekal.
Alkitab juga berkata dalam Roma 12:2: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Hidup orang percaya tidak boleh dikendalikan oleh pola pikir dunia, melainkan harus diarahkan oleh firman Tuhan.
Banyak orang kehilangan arah karena mereka lebih sibuk mengejar pengakuan manusia daripada mencari perkenanan Tuhan. Ketika hati hanya dipenuhi oleh keinginan untuk terlihat hebat di mata orang lain, kita sedang menukar arah kekal dengan hal yang fana. Padahal, Tuhan memanggil kita bukan untuk menjadi serupa dengan dunia, tetapi untuk menjadi terang dan garam di tengah dunia (Matius 5:13-14).
Menjaga arah rohani berarti berani berkata “tidak” pada hal-hal yang menjerumuskan, sekalipun tampak menguntungkan. Itu berarti memilih untuk tetap setia berdoa, merenungkan firman, dan berjalan dalam kebenaran, meski dunia menertawakan atau meremehkan. Kesetiaan pada Kristus lebih bernilai daripada semua pujian dunia.
Ingatlah, kompas hidup orang percaya adalah Kristus sendiri. Selama kita menatap kepada-Nya, arah kita akan terjaga. Ibrani 12:2 menegaskan, “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.”
Jadi, jangan biarkan dunia mengalihkan pandanganmu. Lebih baik kehilangan dunia daripada kehilangan arah menuju kehidupan kekal.
Tuhan Yesus, tolong aku agar tidak kehilangan arah dalam mengikuti Engkau. Ajarku untuk tidak tergoda oleh kesenangan dunia yang sementara, melainkan tetap setia menatap kepada-Mu sebagai tujuan hidupku. Pimpin langkahku agar selalu berada di jalan-Mu. Amin.