Ketika membaca Injil Matius, kita akan menemukan sesuatu yang menarik di bagian awal. Matius menuliskan silsilah Yesus dengan cukup detail, mulai dari Abraham sampai lahirnya Sang Mesias (Matius 1:1-17). Sekilas, silsilah ini terlihat seperti daftar nama biasa, namun jika diperhatikan, ada banyak orang dengan masa lalu kelam di dalamnya.
Di dalam daftar itu ada Rahab, seorang perempuan sundal di Yerikho (Yosua 2:1). Ada Rut, seorang perempuan Moab yang asal-usulnya penuh sejarah kelam. Ada juga Daud, raja besar Israel, yang jatuh dalam dosa perzinahan dengan Batsyeba (2 Samuel 11:2-5). Bahkan Salomo, anak hasil hubungan itu, juga tercatat dalam garis keturunan Yesus. Seolah Matius ingin menegaskan, Yesus datang bukan karena garis keturunan yang mulia, tetapi justru lahir melalui mereka yang memiliki masa lalu penuh cacat.
Ini adalah kabar baik bagi kita. Yesus tidak pernah menolak seseorang hanya karena masa lalunya. Ia tidak melihat nilai kita berdasarkan catatan kesalahan, tetapi pada kasih dan rencana yang Dia miliki untuk masa depan. Rasul Paulus menuliskan, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Korintus 5:17).
Sering kali iblis mencoba mengikat kita dengan rasa bersalah atau rasa malu akan masa lalu. Tetapi salib Kristus sudah memutus rantai itu. Kita tidak perlu hidup dalam ketakutan akan kesalahan kemarin. Tuhan memandang kita dengan mata kasih yang penuh pengampunan. Yang penting adalah bagaimana kita merespons kasih itu hari ini, dengan bertobat dan berjalan bersama Dia.
Mungkin ada orang yang masih mengingat masa lalu kita. Mereka mungkin menghakimi, atau meremehkan perubahan kita. Namun ingatlah, pengampunan Tuhan jauh lebih kuat daripada penilaian manusia. Ketika Yesus memilih Matius, seorang pemungut cukai yang dipandang rendah, Ia tidak peduli dengan label dunia, melainkan melihat hati yang mau diubah.
Jadi, jangan biarkan masa lalu menjadi penghalang untuk masa depan yang Tuhan sediakan. Apa pun yang sudah terjadi, Yesus berkata: “Dosamu telah diampuni” (Markus 2:5). Yang lama boleh penuh noda, tetapi bersama Kristus, hidup kita dimulai kembali dengan lembaran baru.
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak menolak aku meskipun masa laluku penuh dengan kelemahan. Ajari aku untuk menerima pengampunan-Mu dan hidup sebagai ciptaan baru. Tolong aku untuk tidak lagi terikat pada masa lalu, tetapi melangkah dengan berani ke dalam rencana-Mu. Amin.