Pernahkah kamu berhenti sejenak di tengah kesibukan dan bertanya, “Apa sebenarnya tujuan hidupku?” Banyak orang menjalani hari demi hari tanpa benar-benar tahu ke mana mereka sedang menuju. Kita dikejar target, rutinitas, dan ekspektasi, tapi tidak semua itu membawa kita kepada maksud hidup yang sejati.
Tuhan tidak menciptakan kita tanpa arah. Dalam Yeremia 29:11, Tuhan berkata, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Hidup kita bukan sekadar tentang bekerja, sukses, menikah, lalu mati. Tuhan punya rancangan yang lebih besar dari itu semua.
Namun sering kali kita perlu berhenti dan mengevaluasi ulang: apakah aku masih berjalan sesuai dengan tujuan Tuhan, atau sudah menyimpang? Dalam Amsal 16:9 tertulis, “Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.” Kita bisa punya banyak rencana, tapi hanya saat kita sejalan dengan kehendak Tuhan, hidup kita punya makna yang kekal.
Yesus sendiri menunjukkan contoh tentang hidup yang terarah. Dia tahu untuk apa Dia datang ke dunia: untuk menyelamatkan manusia. Dalam Yohanes 6:38 Ia berkata, “Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi kehendak Dia yang telah mengutus Aku.” Kalau Yesus saja, sebagai Anak Allah, hidup dengan arah yang jelas, seharusnya kita pun perlu hidup dengan kesadaran serupa.
Mungkin ada hal-hal yang perlu kita lepaskan agar bisa kembali ke tujuan hidup yang sejati. Bisa jadi ambisi pribadi, luka masa lalu, atau kesibukan yang mematikan kepekaan kita terhadap suara Tuhan. Memang tidak semua hal yang baik itu berasal dari Tuhan, dan tidak semua yang terlihat berhasil itu benar di hadapan-Nya.
Hari ini, izinkan Tuhan mengevaluasi ulang hidupmu. Buka hatimu dan minta Dia menuntun kembali ke jalan yang benar. Seperti dalam Mazmur 139:23-24, “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!”
Hidup terlalu berharga untuk dijalani tanpa arah. Biarlah tujuan Tuhan menjadi kompas yang menuntun setiap langkah kita.