Dalam kisah kelahiran Yesus, gembala adalah kelompok pertama yang menerima kabar sukacita dari malaikat. Mereka adalah orang-orang sederhana, bukan pemimpin agama atau bangsawan, tetapi Tuhan memilih mereka untuk menjadi saksi pertama atas kelahiran Juruselamat. Hal ini menunjukkan bahwa kabar keselamatan bukan hanya untuk orang yang dianggap penting, tetapi untuk semua orang yang mau mendengar dan percaya.
Lukas 2:10-11 mencatat, “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” Setelah menerima berita itu, gembala-gembala tidak tinggal diam. Lukas 2:17 menulis, “Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.” Mereka langsung menjadi pembawa kabar baik, tanpa menunggu pengakuan atau persiapan khusus.
Menjadi pembawa kabar baik seperti gembala berarti memiliki hati yang peka, sederhana, dan mau taat. Para gembala tidak meragukan pesan malaikat; mereka segera pergi ke Betlehem untuk melihat bayi Yesus. Begitu pula kita dipanggil untuk merespons panggilan Tuhan dengan ketaatan. Kita tidak perlu menjadi pengkhotbah terkenal untuk membagikan Injil, karena kabar baik dapat disampaikan lewat sikap, perkataan, dan tindakan kasih.
Apa yang bisa kita pelajari dari para gembala?
- Tanggap terhadap panggilan Tuhan. Ketika mendengar kabar sukacita, gembala segera pergi mencari Yesus (Lukas 2:15). Kita juga harus siap mencari dan mendekat kepada-Nya.
- Berani membagikan kebenaran. Mereka tidak menyimpan kabar itu untuk diri sendiri, tetapi memberitakannya kepada orang lain.
- Bersukacita karena mengalami Tuhan. Sukacita mereka bukan berasal dari hal duniawi, tetapi dari perjumpaan langsung dengan Kristus.
Yesaya 52:7 berkata, “Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang memberitakan berita damai dan kabar baik, yang memberitakan keselamatan dan berkata kepada Sion: ‘Allahmu itu Raja!’” Setiap orang yang mau membawa kabar keselamatan adalah indah di mata Tuhan, tidak peduli latar belakang atau kemampuannya.
Kita semua bisa menjadi seperti gembala. Dalam dunia yang penuh kekhawatiran, kabar tentang kasih Yesus adalah harapan yang banyak orang butuhkan. Dengan kata-kata penuh kasih, doa, dan perbuatan nyata, kita dapat menjadi pembawa damai di lingkungan sekitar.
Mari kita bertanya pada diri sendiri: Sudahkah aku membagikan kabar baik tentang Yesus, bukan hanya lewat kata-kata, tetapi lewat hidupku? Seperti para gembala yang penuh sukacita, kita pun dipanggil untuk meneruskan kabar keselamatan kepada dunia.