Dalam kehidupan modern yang penuh dengan jadwal padat, target pekerjaan, dan tanggung jawab keluarga, sering kali waktu untuk Tuhan terdesak oleh hal-hal lain. Namun, Alkitab menunjukkan bahwa mezbah adalah tempat penting di mana umat Allah membangun hubungan intim dengan-Nya. Mezbah bukan hanya tumpukan batu, tetapi simbol penyerahan, doa, dan persekutuan dengan Allah.
Abraham dikenal sebagai orang yang rajin membangun mezbah di mana pun ia berada (Kejadian 12:7-8). Mezbah melambangkan kesadaran bahwa hidup ini bukan milik kita sendiri, tetapi milik Tuhan. Di tengah perjalanan dan perubahan hidup, Abraham tidak lupa untuk menghormati Allah lebih dulu. Begitu juga dengan Nuh, yang setelah selamat dari air bah, hal pertama yang ia lakukan adalah mendirikan mezbah dan mempersembahkan korban (Kejadian 8:20).
Hari ini, kita mungkin tidak lagi membangun mezbah fisik, tetapi kita bisa membangun mezbah rohani melalui doa, firman, dan penyembahan pribadi. Kesibukan bukan alasan untuk mengabaikan mezbah itu. Justru di tengah kesibukanlah kita membutuhkan mezbah agar hati tetap terarah pada Tuhan.
Yesus sendiri memberikan teladan. “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana” (Markus 1:35). Meski dikelilingi banyak orang dan pelayanan yang sibuk, Yesus tetap mendahulukan waktu bersama Bapa-Nya.
Banyak orang merasa hampa di tengah pencapaian karena tidak punya mezbah pribadi. Kesuksesan tanpa mezbah hanya akan membuat kita kosong. Sebaliknya, sekalipun hidup penuh tekanan, mezbah membuat kita kuat, tenang, dan tetap fokus kepada Allah.
Membangun mezbah di tengah kesibukan tidak selalu harus lama. Bisa dimulai dengan doa sederhana saat bangun tidur, membaca satu pasal firman sebelum memulai aktivitas, atau menyetel lagu penyembahan di perjalanan. Yang terpenting adalah hati yang menyediakan ruang bagi Tuhan di tengah rutinitas.
Jangan biarkan kesibukan mencuri hubungan kita dengan Allah. Ingatlah, mezbah adalah tempat di mana api kasih kepada Tuhan tetap menyala.
Tuhan, ajarku untuk tidak terlalu sibuk hingga melupakan Engkau. Tolong aku membangun mezbah pribadi di tengah semua kesibukan hidup. Biarlah setiap hari ada waktu khusus bagiku untuk berdoa, membaca firman, dan menyembah-Mu, sehingga aku tetap kuat dan dekat dengan-Mu. Amin.