Ada kalanya iman kita membuat kita terlihat aneh di mata dunia. Ketika kita memilih untuk mengampuni orang yang menyakiti, tetap memberi saat kita sendiri berkekurangan, atau tetap percaya ketika keadaan tidak mendukung, dunia mungkin akan berkata bahwa kita tidak realistis. Namun, justru itulah keindahan hidup dalam Kristus. Hidup orang percaya memang tidak selalu masuk akal bagi dunia, tetapi masuk akal bagi Allah.
Yesus sendiri pernah berkata, “Jika dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku daripada kamu” (Yohanes 15:18). Artinya, kita tidak perlu heran bila dunia tidak mengerti cara kita hidup. Dunia mengukur segalanya berdasarkan logika manusia, sedangkan kita berjalan dengan iman. Seperti tertulis dalam 2 Korintus 5:7, “sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.”
Kisah para rasul penuh dengan contoh ini. Paulus dan Silas, misalnya, justru menyanyi memuji Tuhan di tengah penjara (Kisah Para Rasul 16:25). Apa yang mereka lakukan tidak masuk akal bagi dunia, tetapi itulah kekuatan iman. Dari pujian itu, pintu-pintu penjara terbuka dan belenggu mereka terlepas. Kadang, ketaatan yang tampak “gila” di mata manusia adalah alat yang Tuhan pakai untuk menunjukkan kuasa-Nya.
Kita pun sering dipanggil untuk melangkah di jalan yang tidak dipahami orang lain. Ketika kita memilih kejujuran dalam pekerjaan meski harus rugi, ketika kita mengutamakan keluarga di atas ambisi pribadi, atau ketika kita tetap melayani walau tidak mendapat pengakuan, semua itu bisa dianggap bodoh oleh dunia. Namun, 1 Korintus 1:27 mengingatkan kita: “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat.”
Hidup yang sejati bukan tentang terlihat hebat di mata dunia, melainkan berkenan di hadapan Tuhan. Kadang kita memang tidak akan dimengerti, tetapi kita dipahami sepenuhnya oleh Allah yang memanggil kita. Dan itu sudah cukup.
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memanggilku untuk hidup dengan cara-Mu, meskipun sering kali tidak dimengerti dunia. Ajari aku untuk tetap setia, tetap percaya, dan tetap taat meski jalannya tidak masuk akal. Biarlah hidupku selalu menjadi kesaksian bagi-Mu. Amin.