Setiap pergantian tahun sering membawa kita pada perasaan campur aduk: antara syukur dan sesal, semangat dan kekhawatiran. Ada yang merasa lega karena tahun lalu akhirnya selesai, ada juga yang waswas karena tahun yang baru membawa banyak ketidakpastian. Tapi satu hal yang menjadi pegangan kuat bagi orang percaya adalah ini: Tahun boleh berganti, tapi Tuhan tetap sama.
Ibrani 13:8 dengan jelas berkata, “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Dalam dunia yang berubah cepat, teknologi, situasi ekonomi, bahkan relasi personal, sangat menguatkan mengetahui bahwa kita punya Tuhan yang tidak berubah dalam kasih, kuasa, dan rencana-Nya.
Apa artinya Tuhan yang “tetap sama”?
1. Janji-Nya tetap berlaku
Tuhan tidak pernah menarik kembali janji-Nya hanya karena waktu berjalan. Apa yang Dia janjikan tahun lalu, masih berlaku di tahun ini. “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya” (Yesaya 40:8). Jadi, jika kamu masih menanti penggenapan janji Tuhan, jangan patah harapan. Waktu Tuhan bukan waktumu, tetapi janji-Nya pasti digenapi.
2. Karakter-Nya tidak berubah
Tuhan yang memelihara di tahun lalu, tetap Tuhan yang sama yang akan menopangmu di tahun yang baru. Dia tetap setia, sabar, penuh kasih, dan berbelaskasihan. Mazmur 100:5 berkata, “Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.”
3. Dia tetap menyertai
Mungkin kamu tidak tahu apa yang menantimu di tahun ini, tapi kamu tahu siapa yang berjalan bersamamu. Ulangan 31:8 menegaskan, “Sebab TUHAN, Dialah yang berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau…” Itu janji yang cukup untuk membuatmu melangkah, walau belum tahu apa yang ada di depan.
Jadi, bagaimana menyambut tahun yang baru?
Bukan dengan takut, bukan dengan panik, tapi dengan percaya penuh kepada Pribadi yang tidak berubah. Kita tidak hanya mengandalkan rencana, tapi bersandar pada Tuhan yang memegang kendali penuh atas waktu dan masa depan.
Tahun ini mungkin akan membawa tantangan baru. Tapi percayalah, kamu tidak menghadapi semua itu sendiri. Tuhan yang sama yang menguatkanmu di masa lalu, masih di sini hari ini dan akan terus ada esok hari.
Tahun berubah. Musim hidup berubah. Tapi kasih Tuhan tidak berubah. Dialah jangkar yang stabil dalam segala badai. Dialah terang yang konsisten di tengah gelap. Dialah harapan yang tidak pernah pudar.