Pernahkah kamu merasa hidup ini seolah sedang salah jalur? Mungkin kamu sedang ada di tempat yang tidak kamu rencanakan, menghadapi situasi yang membingungkan, atau menerima beban yang terasa bukan untukmu. Di momen seperti itu, mudah sekali muncul pikiran, “Tuhan, kenapa ini terjadi padaku? Apakah Engkau salah mengirimkan ini ke hidupku?”
Tapi satu kebenaran ini bisa menenangkan hati: Tuhan tidak pernah salah alamat. Apa pun yang Ia izinkan terjadi dalam hidup kita, tidak pernah keliru. Ia tidak pernah berpikir, “Ups, seharusnya itu bukan untuk dia.” Justru sebaliknya setiap proses, tantangan, dan berkat sudah ditakar tepat sesuai dengan rancangan-Nya.
Dalam Yeremia 29:11, Tuhan berfirman, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Ini bukan janji untuk jalan hidup tanpa hambatan, tetapi janji bahwa setiap hal bahkan yang tidak kita mengerti ada dalam kendali-Nya.
Bayangkan Yusuf, dijual oleh saudara-saudaranya, difitnah, dan dijebloskan ke penjara (Kejadian 37–50). Jika dilihat dari luar, hidupnya seperti tragedi yang tidak adil. Tapi Yusuf sendiri berkata kepada saudara-saudaranya di kemudian hari: “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan…” (Kejadian 50:20). Tuhan tahu persis di mana Ia menempatkan Yusuf, dan tidak ada yang salah alamat.
Hal yang kamu jalani saat ini baik itu tugas berat, musim sulit, atau jalan sunyi bukan kesalahan. Itu bagian dari proses pemurnian dan pembentukan. Mungkin tidak nyaman, tapi Tuhan tahu persis mengapa kamu yang dipilih untuk menjalaninya. Ia tidak sembarangan mempercayakan jalan hidup pada anak-anak-Nya.
Dan ingat, bahkan berkat pun tidak pernah salah sasaran. Kadang kita melihat orang lain diberkati dan bertanya, “Mengapa bukan aku?” Tapi waktu Tuhan selalu tepat, dan ketika saatnya tiba, tidak ada berkat yang akan salah kirim.
Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak pernah salah menempatkanku. Bantu aku percaya bahwa semua yang Engkau izinkan dalam hidupku adalah bagian dari rencana-Mu yang sempurna. Saat aku tidak mengerti, kuatkan aku untuk tetap taat dan berharap. Amin.