Ada kalanya kita menunda pengampunan karena merasa belum siap. Kita pikir, “Mungkin nanti, setelah luka ini sembuh,” atau “Kalau dia minta maaf dulu, baru aku bisa memaafkan.” Tapi tahukah kamu? Pengampunan bukan soal waktu yang tepat di kalender, tapi tentang keputusan hati yang bersedia dipulihkan.
Yesus mengajarkan kita standar pengampunan yang luar biasa. Ketika disalibkan, di tengah rasa sakit yang tak tertahankan, Dia berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:34). Jika Yesus bisa mengampuni di saat paling sulit, itu artinya waktu terbaik untuk mengampuni bukan nanti, tapi sekarang.
Mengampuni bukan berarti menyetujui perbuatan salah atau melupakan begitu saja luka yang ada. Mengampuni adalah memilih untuk tidak membiarkan kepahitan menguasai hati. Ini adalah bentuk ketaatan dan kepercayaan bahwa Tuhan akan menjadi Hakim yang adil (Roma 12:19).
Sering kali, kita berpikir bahwa menahan amarah memberi kita kendali, padahal sebaliknya, pengampunanlah yang membebaskan kita. Ibrani 12:15 mengingatkan, “Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.” Akar pahit tidak hanya merusak diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar kita.
Mengampuni bukan proses instan. Tapi memulainya hari ini bisa menjadi langkah awal untuk membiarkan Tuhan bekerja dalam hati kita. Kadang kita perlu mengulang pengampunan itu setiap hari, sambil berdoa, “Tuhan, aku memilih mengampuni. Tolong pulihkan hatiku.” Itulah bentuk pertumbuhan rohani yang nyata.
Tuhan tidak pernah menunda mengampuni kita. Setiap kali kita datang kepada-Nya, kasih karunia-Nya selalu baru (Ratapan 3:22-23). Maka, ketika kita memilih untuk mengampuni, kita sedang mencerminkan karakter Allah yang hidup di dalam kita.
Hari ini, mungkin ada nama yang muncul dalam pikiranmu. Mungkin itu orang dekat, mungkin juga dirimu sendiri. Maukah kamu mulai mengampuni sekarang, bukan nanti?
Karena waktu terbaik untuk mengampuni… adalah saat ini.