🏠

Yesus dan Waktu Sepi-Nya: Kita Butuh Itu Juga

Pernahkah kamu membaca bahwa Yesus sering menyendiri? Bahkan di tengah pelayanan-Nya yang penuh mujizat dan kerumunan orang, Yesus tetap mencari waktu untuk sendiri dengan Bapa-Nya.

Markus 1:35 mencatat, “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.” Ini bukan kebetulan. Ini adalah kebiasaan.

Yesus, Anak Allah, merasa perlu menyendiri. Bagaimana dengan kita?

Di zaman sekarang, sunyi terasa asing. Setiap waktu kosong langsung diisi dengan scroll, notifikasi, musik, atau konten. Kita takut diam. Tapi justru dalam diam itulah jiwa kita bisa mendengar suara Tuhan.

Yesus menyendiri bukan untuk kabur dari tanggung jawab, tapi untuk mengisi ulang kekuatan-Nya. Ia tahu bahwa untuk bisa memberi dengan penuh, Ia harus terhubung dengan Sumber-Nya terlebih dulu.

Waktu sepi bukan kelemahan, tapi kebutuhan. Dalam sunyi, kita belajar mengakui kekosongan kita. Kita berhenti menjadi “sibuk untuk Tuhan” dan mulai hadir di hadapan Tuhan.

Mazmur 46:11 berkata, “Diamlah dan ketahuilah bahwa Akulah Allah.” Diam bukan pasif. Diam bisa jadi momen paling aktif bagi roh kita untuk terhubung dengan Sang Pencipta.

Mungkin inilah waktunya kita berhenti sejenak. Tarik napas. Matikan notifikasi. Dan biarkan hati kita mendengar kembali suara yang paling penting: suara Tuhan.

🔊 Dengarkan Secara Audio
© 2026 KebenaranHidup.com | Christ Project | Kebijakan Privasi