Setiap hari, kita dikelilingi oleh dorongan untuk mengejar lebih banyak: lebih sukses, lebih kaya, lebih terkenal, lebih nyaman. Dunia membentuk kita untuk percaya bahwa hidup yang “berhasil” adalah hidup yang penuh pencapaian dan pengakuan. Tapi di tengah semua itu, pertanyaan ini layak direnungkan dengan jujur: apakah aku sedang mengejar dunia… atau kekekalan?
Yesus memberi peringatan yang tajam dalam Markus 8:36, “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya?” Ini bukan sekadar soal neraka atau surga, tapi tentang apa yang benar-benar kita kejar dalam hidup ini. Apakah tujuan hidupku selaras dengan hati Tuhan, atau hanya untuk membangun kerajaan kecil bernama “diriku sendiri”?
Mengejar dunia itu melelahkan. Dunia menuntut lebih banyak tapi tidak pernah puas. Standarnya selalu berubah, dan ketika kamu berhasil meraihnya, kamu tetap merasa kosong. Tapi mengejar Tuhan mengejar kekekalan membawa damai, meski kadang jalannya sempit dan tidak populer.
Paulus pernah berada di puncak karier religiusnya. Ia dihormati, berpendidikan tinggi, dan punya kuasa. Tapi ketika mengenal Kristus, ia menulis dengan sangat tajam dalam Filipi 3:7-8, “Segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari semuanya.” Bagi Paulus, mengejar kekekalan berarti rela melepaskan semua yang fana.
Tentu bukan berarti kita tidak boleh bekerja keras atau punya mimpi. Tapi pertanyaannya adalah: apakah semua itu membawaku makin dekat dengan Tuhan, atau makin sibuk dengan dunia? Apakah aku memakai berkat untuk kemuliaan Tuhan, atau sekadar untuk membesarkan namaku sendiri?
Mengejar kekekalan artinya hidup dengan tujuan yang melampaui dunia ini. Kita memberi, mengampuni, melayani, bahkan saat tidak dilihat siapa pun karena kita sadar bahwa hidup ini hanya sementara. Kita menyimpan harta di surga, bukan hanya di rekening. Seperti tertulis dalam Matius 6:20, “Kumpulkanlah bagimu harta di surga…”
Hari ini, kamu tidak perlu merasa bersalah karena punya impian atau mengejar target. Tapi izinkan Roh Kudus bertanya ke dalam hatimu: “Apakah tujuan akhirnya adalah untuk Tuhan, atau hanya untuk dunia?” Karena hanya satu yang akan kekal: apa yang kita lakukan dalam ketaatan dan kasih kepada Kristus.
Tuhan, tolong aku melihat hidup ini dari perspektif kekekalan. Jangan biarkan aku terjebak dalam pencapaian yang hanya bersifat sementara. Ajar aku mengejar Engkau lebih dari segalanya, karena hanya bersama-Mu hatiku benar-benar dipuaskan. Amin.