🏠

Rencana Tuhan Tidak Perlu Disetujui Dunia

Banyak orang berusaha mengambil keputusan berdasarkan opini sekitar. Kita sering kali merasa aman ketika langkah kita mendapat persetujuan banyak orang. Namun kebenarannya, rencana Tuhan dalam hidup kita tidak selalu masuk akal bagi dunia, dan itu tidak membutuhkan persetujuan mereka.

Yesus adalah contoh paling jelas. Ketika Ia memilih jalan salib, banyak yang menolak dan tidak memahami. Petrus bahkan sempat berkata, “Kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau” (Matius 16:22). Dari sudut pandang manusia, salib adalah kegagalan. Tetapi dari sudut pandang Bapa, salib adalah kemenangan terbesar. Jika Yesus menuruti suara dunia, kita tidak akan pernah menerima keselamatan.

Hal yang sama terjadi pada Nuh. Ketika ia membangun bahtera di tengah tanah kering (Kejadian 6:13-22), banyak orang mungkin menganggapnya gila. Namun ia tetap taat, karena lebih penting mengikuti instruksi Tuhan daripada persetujuan manusia. Pada akhirnya, hanya ketaatannya yang menyelamatkan keluarganya.

Kadang rencana Tuhan dalam hidup kita akan membuat orang lain bingung: mengapa kamu meninggalkan sesuatu yang menguntungkan, mengapa kamu mengampuni orang yang menyakitimu, atau mengapa kamu berani melangkah di jalan yang berbeda. Rencana Tuhan memang sering kali melampaui logika manusia.

Yesaya 55:8-9 berkata, “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” Ayat ini meneguhkan kita bahwa kita tidak bisa mengukur rencana Tuhan dengan standar manusia.

Oleh karena itu, jangan tunggu tepuk tangan dunia untuk meneguhkan langkah imanmu. Yang penting bukan siapa yang setuju denganmu, tetapi siapa yang berjalan bersamamu, dan itu adalah Tuhan sendiri. Dunia bisa menolak, tetapi jika Tuhan yang merancang, tidak ada yang bisa membatalkan.

Tuhan, ajari aku untuk lebih percaya pada rencana-Mu daripada mencari persetujuan dunia. Biarlah aku berani melangkah meski orang lain tidak mengerti, karena aku tahu Engkau memegang kendali. Teguhkan hatiku untuk taat pada kehendak-Mu. Amin.

🔊 Dengarkan Secara Audio
© 2026 KebenaranHidup.com | Christ Project | Kebijakan Privasi